Suarakyat, Jakarta – Persatuan Mahasiswa Muara Enim Serasan Sekundang (Permess_Jakarta) meminta Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muara Enim memberikan perhatian lebih terhadap kondisi mahasiswa asal Muara Enim yang sedang menempuh pendidikan di Jakarta dan sekitarnya.
Permess_Jakarta menilai mahasiswa Muara Enim di perantauan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tingginya biaya hidup, biaya pendidikan, tempat tinggal, hingga kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut menjadi beban tersendiri, terutama bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Ketua Umum Permess_Jakarta, Marsel Kusnan, mengatakan pemerintah daerah perlu melihat mahasiswa perantauan sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.
“Mahasiswa Muara Enim yang sedang menempuh pendidikan di Jakarta adalah bagian dari aset daerah. Mereka sedang mempersiapkan diri untuk menjadi sumber daya manusia yang nantinya diharapkan dapat kembali dan memberikan kontribusi bagi Muara Enim,” ujar Marsel, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius adalah pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) Tidak sedikit mahasiswa yang mengalami kesulitan memenuhi kewajiban pembayaran kuliah akibat keterbatasan ekonomi keluarga.
Karena itu, Permess_Jakarta mendorong Pemerintah Kabupaten Muara Enim untuk menyiapkan program bantuan pendidikan, beasiswa, maupun skema subsidi UKT bagi mahasiswa yang membutuhkan, dengan mekanisme pendataan dan verifikasi yang jelas.
Selain persoalan UKT, Permess_Jakarta juga menyoroti tingginya biaya tempat tinggal di Jakarta. Mahalnya harga kos membuat sebagian mahasiswa harus tinggal di tempat yang kurang layak demi menekan pengeluaran.
“Kalau memungkinkan, pemerintah daerah dapat memikirkan penyediaan asrama mahasiswa, rumah singgah, atau bentuk fasilitas lainnya. Ini akan sangat membantu mahasiswa Muara Enim yang sedang berjuang menyelesaikan pendidikan di Jakarta,” katanya.
Permess_Jakarta juga meminta perhatian terhadap kebutuhan dasar mahasiswa, seperti biaya makan, transportasi dan kesehatan. Menurut Permess_Jakarta, persoalan tersebut sering kali luput dari perhatian, padahal sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan pendidikan mahasiswa di perantauan.
Permess_Jakarta menilai dukungan pemerintah daerah terhadap mahasiswa bukan sekadar bantuan jangka pendek, melainkan bagian dari investasi sumber daya manusia untuk masa depan Muara Enim.
Dengan adanya dukungan yang memadai, mahasiswa diharapkan dapat lebih fokus menjalani pendidikan, meningkatkan prestasi dan mengembangkan kapasitas diri tanpa terlalu terbebani persoalan ekonomi.
Untuk itu, Permess_Jakarta meminta Plt Bupati Muara Enim segera merespons aspirasi mahasiswa dan membuka ruang dialog secara langsung dengan mahasiswa Muara Enim di Jakarta.
Permess_Jakarta juga menyatakan siap menjadi mitra pemerintah daerah dalam melakukan pendataan mahasiswa serta memastikan program bantuan pendidikan maupun dukungan lainnya diberikan secara tepat sasaran.
“Kami berharap pemerintah daerah hadir dan mengambil langkah nyata. Jangan sampai ada mahasiswa Muara Enim yang harus berhenti kuliah hanya karena persoalan biaya. Mereka adalah anak-anak daerah yang sedang berjuang membawa nama Muara Enim di dunia pendidikan,” pungkasnya.






