Jakarta – Ketua Umum Gerakan Pemuda Muslim Indonesia (GPMI), Tonico Angga, menyoroti dugaan korupsi dalam proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi di lingkungan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI Jambi.
Tonico meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera turun tangan dan melakukan pemeriksaan terhadap Kepala BWS Sumatera VI Jambi beserta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang bertanggung jawab dalam proyek tersebut.
Menurut Tonico, proyek yang menggunakan anggaran negara harus dilaksanakan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan. Dugaan adanya kejanggalan dalam proses maupun pelaksanaan proyek tersebut, kata dia, tidak boleh dibiarkan tanpa pemeriksaan.
“Kami meminta KPK segera memeriksa Kepala BWS Sumatera VI Jambi beserta PPK dalam proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi. Ada indikasi penyimpangan dalam pelaksanaannya sehingga perlu diusut agar uang negara tidak dikorupsi,” ujar Tonico Angga dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).
“Proyek dengan nilai miliaran rupiah yang bersumber dari APBN tahun 2025-2026 pada proyek rehabilitasi irigasi BWS Sumatera VI Jambi harus benar-benar diperuntukkan untuk kepentingan rakyat,” imbuhnya.
Ia menegaskan, GPMI akan melaporkan dugaan tersebut kepada KPK sekaligus menyerahkan informasi dan data yang dimiliki untuk menjadi bahan bagi aparat penegak hukum dalam melakukan pendalaman.
Tonico menilai pemeriksaan penting dilakukan untuk melihat secara menyeluruh proses perencanaan, pengadaan, penetapan kontrak hingga pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
“Jangan sampai anggaran negara yang seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat justru disalahgunakan. Kami meminta KPK tidak hanya melihat persoalan di permukaan, tetapi memeriksa seluruh proses proyek secara menyeluruh,” tegasnya.
Selain menempuh jalur pelaporan, Tonico memastikan GPMI akan terus mengawal persoalan tersebut melalui aksi demonstrasi. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk kontrol masyarakat terhadap penggunaan anggaran negara.
“Kami pastikan akan laporkan ke KPK dan kami juga akan kawal dengan aksi demonstrasi. Kami tidak akan diam sebelum persoalan ini mendapatkan kejelasan,” pungkas Tonico.






