Menu ✖

Mode Gelap

Daerah · 2 Sep 2026 15:15 WIB ·

HMB UIN Malang Dorong Generasi Muda Mbojo Rawat Identitas di Era Digital


 HMB UIN Malang Dorong Generasi Muda Mbojo Rawat Identitas di Era Digital Perbesar

Suarakyat.id – Himpunan Mahasiswa Bima (HMB) UIN Malang sukses menggelar Seminar Kedaerahan pada Selasa, 1 September 2026, di Kampung Mahasiswa. Kegiatan ini mengangkat tema “Identitas Kultural di Era Digital: Merawat Gagasan Kedaerahan Mbojo Tanpa Kehilangan Arah di Kota Malang.”

Seminar menghadirkan Lalas Kurniawan, Pimpinan Redaksi Ompunet Media Indo, dan La Yadi sebagai Konten Kreator, dengan Imam Sufyan sebagai moderator.

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa Bima dan generasi muda Mbojo untuk menjaga identitas kultural di tengah pesatnya perkembangan media sosial dan digitalisasi. Para peserta juga didorong untuk memanfaatkan media digital tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi sebagai ruang menyampaikan gagasan, pengetahuan, kritik, dan persoalan daerah.

Dalam diskusi, pemateri mengajak generasi muda untuk tidak takut mempublikasikan karya dan kemampuan yang dimiliki. Mahasiswa dapat memulai dengan membagikan pengetahuan sesuai bidang keilmuan masing-masing melalui tulisan, video, maupun berbagai platform digital.

Foto: Dokumentasi Kegiatan

Diskusi semakin menarik dengan sejumlah pertanyaan kritis dari peserta, mulai dari bagaimana menjadikan media sosial sebagai sarana membawa perubahan bagi daerah, menjaga identitas Bima di tengah kehidupan perantauan tanpa bersikap eksklusif, hingga strategi menanamkan nilai-nilai lokal kepada generasi muda.

Seminar ini menegaskan bahwa identitas kultural dan perkembangan digital bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Generasi muda Mbojo justru dapat memanfaatkan teknologi untuk merawat, mengenalkan, dan mengembangkan budaya daerah.

Melalui kegiatan ini, HMB UIN Malang mendorong mahasiswa Bima agar tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi juga menjadi produsen gagasan dan karya. Sebab, merawat identitas di era digital bukan berarti menolak perubahan, melainkan membawa nilai-nilai lokal agar tetap hidup dan dikenal di tengah perkembangan zaman.

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Memulai Babak Baru, DPW Mahasantri Jakarta Bersama DPC se-Jakarta Akan Gelar Pelantikan di Hari Santri Nasional 2026

3 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Sambut hangat Kapolda Baru, Mahasantri Jatim Titip Pesan: Dekat dengan Anak Muda, Pesantren dan Kiai

3 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Ketua Mahasantri Jatim : Jawa Timur Butuh Kapolda yang Dekat dengan Anak Muda, Pesantren dan Ulama

2 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Warga Jayasari Belum Dapat Keadilan, HB Minta Kepemimpinan Kapolri Suyudi Buktikan Polisi Bersama Masyarakat

2 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Vonis Dua Wanita dalam Kasus Penginjakan Al-Qur’an, Tika Kartika: Semoga Jadi Pelajaran dan Jangan Sampai Terulang Kembali

1 Oktober 2026 - 00:18 WIB

TONGKAT, TALI, DAN TEKAD: 21 WBP LAPAS PASURUAN UNJUK KEKOMPAKAN LEWAT PIONERING

25 September 2026 - 18:33 WIB

Trending di Daerah