Suarakyat.id – Himpunan Mahasiswa Bima (HMB) UIN Malang sukses menggelar Seminar Kedaerahan pada Selasa, 1 September 2026, di Kampung Mahasiswa. Kegiatan ini mengangkat tema “Identitas Kultural di Era Digital: Merawat Gagasan Kedaerahan Mbojo Tanpa Kehilangan Arah di Kota Malang.”
Seminar menghadirkan Lalas Kurniawan, Pimpinan Redaksi Ompunet Media Indo, dan La Yadi sebagai Konten Kreator, dengan Imam Sufyan sebagai moderator.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa Bima dan generasi muda Mbojo untuk menjaga identitas kultural di tengah pesatnya perkembangan media sosial dan digitalisasi. Para peserta juga didorong untuk memanfaatkan media digital tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi sebagai ruang menyampaikan gagasan, pengetahuan, kritik, dan persoalan daerah.
Dalam diskusi, pemateri mengajak generasi muda untuk tidak takut mempublikasikan karya dan kemampuan yang dimiliki. Mahasiswa dapat memulai dengan membagikan pengetahuan sesuai bidang keilmuan masing-masing melalui tulisan, video, maupun berbagai platform digital.

Diskusi semakin menarik dengan sejumlah pertanyaan kritis dari peserta, mulai dari bagaimana menjadikan media sosial sebagai sarana membawa perubahan bagi daerah, menjaga identitas Bima di tengah kehidupan perantauan tanpa bersikap eksklusif, hingga strategi menanamkan nilai-nilai lokal kepada generasi muda.
Seminar ini menegaskan bahwa identitas kultural dan perkembangan digital bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Generasi muda Mbojo justru dapat memanfaatkan teknologi untuk merawat, mengenalkan, dan mengembangkan budaya daerah.
Melalui kegiatan ini, HMB UIN Malang mendorong mahasiswa Bima agar tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi juga menjadi produsen gagasan dan karya. Sebab, merawat identitas di era digital bukan berarti menolak perubahan, melainkan membawa nilai-nilai lokal agar tetap hidup dan dikenal di tengah perkembangan zaman.






