Oleh ; Ahmad Daud S.Sos*
suarakyat.id—Anda tentu tahu sangat tentang “God Father”, film legendaris Amerika yang menceritakan bagaimana dunia mafioso bekerja di Amerika. Film jadul ini merupakan masterpiece terbaik mungkin sepanjang zaman yang menggambarkan bagaimana kekuatan kriminalitas bisa mengendalikan sebuah bangsa dan kawasan.
Hanya saja sesuai zamannya, pada saat itu mafia bekerja lebih banyak di balik layar. Belum tercipta pada zaman itu di Amerika, kawasan – kawasan zombie di Amerika seperti sekarang ini.
Kenapa disebut kawasan zombie, karena para pecandu teler merajalela di kawasan-kawasan di banyak kota di Amerika. Tentang ini bisa anda searching di YouTube atau Google.
Para pecandu narkoba berlalu lalang seperti zombie, seperti mayat hidup. Amerika nyaris sudah tak bisa berbuat apapun. Kemampuan penanggulangan untuk mengatasi para pecandu tersebut sangat kecil dibandingkan para pengguna.
Semuanya dimulai dari “pembiaran” kantong – kantong daerah pengguna narkoba di berbagai tempat, dan pada akhirnya semua menjadi tak bisa terkendali. Silahkan anda searching zombie narkoba di Philadelphia dan New York. Banyak sudah liputan “zombie narkoba” untuk daerah tersebut.
Saya barusan mendapat kiriman berita bahwa aparat keamanan baru melakukan operasi pemberantasan narkoba di kawasan Jermal, Medan. Tapi apakah itu sudah mengunci persoalan?
Tentu jawabannya tidak, sebelumnya aktifis advokat juga jadi korban yang diduga suruhan bandar narkoba dikawasan tersebut sebelum kejadian yang menimpa seorang pria beberapa hari lalu.
Pertanyaannya apakah kedua kasus tersebut sudah diusut tuntas? Aktor intelektualnya sudah ditangkapkah ?
Jika aparat keamanan tidak bisa menanganinya secara tuntas. Maka operasi – operasi “pembersihan” terkesan hanya gimmick dan lip service saja bahwa aparat telah bekerja.
Bagaimana masyarakat akan merasa aman dan nyaman kalau kasus-kasus berdirinya “kampung-kampung” narkoba tersebut hanya menyasar pengedar bukan bandar besarnya?
Mustahil kawasan-kawasan diberbagai titik di Medan, Binjai, Deli Serdang, Karo dan Langkat bisa merajalela tanpa adanya God Father dibelakangnya ? Apa dikira kita selaku masyarakat bodoh sehingga percaya bahwa kawasan tersebut tercipta jadi lapak narkoba dengan bim salabim ?
Hallo aparat keamanan, bagaimana penjelasan anda lapak Narkoba masih tegak berdiri 200 meter di kawasan Sunggal , Deli Serdang hingga saat ini ?
Jika “pembiaran – pembiaran” ini terjadi maka bukan hanya masyarakat yang jadi korban, aparat keamanan pun bakal jadi korban juga. Ini hanya soal waktu saja klak Sumut menjadi Kampung Zombie juga.
Kepada Bapak Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution sudah selesaikah pak operasi meratakan lapak – lapak Narkoba tersebut? Kok sepi dah beritanya Bapak Gubernur, Sumut masih juara narkoba no 1 loh di Indonesia!
*Penulis adalah Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Sumatera Utara – Wakil Ketua DPD KNPI Sumut






