Suarakyat, Jakarta – Front Mahasiswa Sumsel Jakarta (FMSJ) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Baharkam Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2026). Dalam aksi tersebut, FMSJ mendesak Kapolri turun tangan langsung memberantas peredaran narkoba di Sumatera Selatan.
FMSJ menilai peredaran narkoba di Sumatera Selatan sudah berada pada kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Dari 17 kabupaten/kota, ancaman narkotika dinilai terus menghantui masyarakat dan generasi muda.
Koordinator Aksi FMSJ, Marsel Kusnan, mengatakan persoalan tersebut tidak boleh lagi dianggap sebagai persoalan kriminalitas biasa.
“Narkoba bukan hanya persoalan hukum, tetapi sudah menjadi ancaman serius terhadap masa depan generasi muda Sumatera Selatan. Karena itu, pemberantasannya harus dilakukan secara menyeluruh dan tanpa pandang bulu,” ujar Marsel.
Menurut FMSJ, salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Kampung Baru di Kota Palembang yang selama ini disebut masyarakat sebagai salah satu wilayah rawan peredaran narkoba.
FMSJ mempertanyakan bagaimana bisnis haram tersebut dapat terus berlangsung dan berulang kali muncul apabila tidak ada pihak yang memberikan perlindungan.
“Bisnis haram seperti ini tidak mungkin bisa bertahan lama dan terus menerus beroperasi apabila tidak ada yang membekingi. Kalau aktivitas peredaran narkoba dapat berlangsung berulang kali di suatu wilayah, tentu harus ada penyelidikan serius mengenai siapa yang berada di belakangnya,” tegas Marsel.
FMSJ menduga terdapat aliran dana dari bisnis narkoba kepada oknum tertentu. Namun, dugaan tersebut menurut mereka harus dibuktikan melalui penyelidikan dan pemeriksaan yang transparan oleh Mabes Polri.
“Kami tidak sedang menghakimi siapa pun. Tetapi ada dugaan aliran dana dari bisnis haram ini kepada oknum aparat. Karena itu, kami meminta Kapolri membentuk penyelidikan untuk mengungkap apakah benar ada aliran dana dan siapa saja yang terlibat,” katanya.
FMSJ menilai pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dengan menangkap pengguna atau pengedar kecil di lapangan.
Menurut mereka, aparat harus membongkar seluruh mata rantai bisnis narkotika, mulai dari bandar, pemasok, pemodal, pengendali jaringan hingga pihak-pihak yang diduga memberikan perlindungan.
“Kalau yang ditangkap hanya pelaku di lapangan, sementara bandar, pemodal dan pihak yang diduga membekingi tidak tersentuh, maka persoalan narkoba tidak akan pernah selesai,” ujar Marsel.
Dalam aksi tersebut, FMSJ secara khusus meminta Kapolri mengambil tindakan tegas terhadap jajaran Polda Sumsel.
FMSJ meminta Kapolri mencopot Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho karena dinilai gagal memberantas peredaran narkoba di Sumatera Selatan.
Selain itu, FMSJ juga meminta Kapolri mencopot Dirresnarkoba Polda Sumsel Kombes Pol Yulian Perdana karena dinilai tidak mampu memberantas jaringan narkoba secara maksimal.
“Kalau memang pimpinan di daerah dinilai tidak mampu memberikan jaminan bahwa pemberantasan narkoba berjalan secara serius, maka Kapolri harus berani mengambil tindakan tegas. Kami meminta Kapolda Sumsel dan Dirresnarkoba Polda Sumsel dicopot,” tegasnya.
FMSJ juga meminta seluruh Kasatresnarkoba di jajaran Polres dan Polresta se-Sumatera Selatan dicopot apabila terbukti gagal menjalankan tugas dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah masing-masing.
Menurut FMSJ, Sumatera Selatan tidak boleh dibiarkan menjadi ladang subur bagi bisnis narkoba.
“Tidak boleh ada bandar yang kebal hukum, tidak boleh ada jaringan yang dilindungi dan tidak boleh ada oknum aparat yang bermain mata dengan bisnis narkotika. Kalau ada yang terlibat, siapa pun orangnya harus diproses,” kata Marsel.
Adapun tuntutan FMSJ dalam aksi tersebut adalah:
- Meminta Kapolri turun tangan dan memberantas peredaran narkoba di Sumatera Selatan.
- Meminta Kapolri mengusut dugaan aliran dana bisnis narkoba yang diduga mengalir kepada oknum aparat kepolisian di Sumatera Selatan.
- Meminta Kapolri mencopot Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho karena dinilai gagal memberantas peredaran narkoba di Sumatera Selatan.
- Meminta Kapolri mencopot Dirresnarkoba Polda Sumsel Kombes Pol Yulian Perdana karena dinilai gagal memberantas jaringan narkoba di Sumatera Selatan.
- Meminta Kapolri mencopot Kasatresnarkoba Polres/Polresta se-Sumatera Selatan yang terbukti gagal menjalankan tugas dalam pemberantasan narkoba.
FMSJ menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk kontrol sosial dan desakan kepada Mabes Polri agar pemberantasan narkoba di Sumatera Selatan dilakukan secara serius, transparan dan tanpa pandang bulu.






