Suarakyat, Jakarta – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Sumenep (HMS) Jakarta, Ahmad Iskandar, menyoroti dugaan permainan dalam program rehabilitasi sekolah di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Program yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu diduga dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk meraup keuntungan.
Ahmad Iskandar mengaku telah mengantongi nama pihak yang diduga menikmati hasil dari dugaan korupsi dalam program rehabilitasi sekolah tersebut.
Menurut Iskandar, anggaran yang bersumber dari APBN diduga mengalami pemotongan sebesar 15 hingga 30 persen.
“Miris sekali, anggaran untuk memperbaiki sekolah dipotong. Bagaimana pendidikan ini bisa maju kalau seperti itu,” kata Iskandar dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).
Ia menilai dugaan pemotongan tersebut harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Pasalnya, anggaran rehabilitasi sekolah semestinya digunakan sepenuhnya untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
Iskandar menyebut terdapat oknum berinisial E yang akan dilaporkannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung).
“Kami akan segera melaporkan oknum berinisial E ke KPK dan Kejagung,” tegasnya.
Lebih lanjut, HMS Jakarta memastikan tidak akan berhenti pada pelaporan. Iskandar mengatakan pihaknya akan mengawal proses tersebut agar dugaan penyimpangan anggaran rehabilitasi sekolah di Sumenep dapat diusut secara transparan.
“Kami akan kawal dengan demo, agar laporan ditindaklanjuti hingga tuntas,” tandasnya.
HMS Jakarta berharap aparat penegak hukum segera menindaklanjuti informasi tersebut dan melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.
Iskandar menegaskan, pengawasan terhadap program rehabilitasi sekolah penting dilakukan agar anggaran negara benar-benar digunakan untuk kepentingan peningkatan mutu pendidikan dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.






