Menu

Mode Gelap

Aspirasi · 31 Jul 2026 00:14 WIB ·

Dua Hari Diduga Belum Ada Tindakan, PERMESS_Jakarta Siap Kawal Dugaan Pencemaran Sungai Enim hingga Tuntas


 Dua Hari Diduga Belum Ada Tindakan, PERMESS_Jakarta Siap Kawal Dugaan Pencemaran Sungai Enim hingga Tuntas Perbesar

Suarakyat, Jakarta – Persatuan Mahasiswa dan Pelajar Muara Enim Se-Jakarta (PERMESS_Jakarta) kembali menyoroti dugaan pencemaran Sungai Enim yang hingga kini dinilai belum mendapat penanganan serius dari pemerintah.

Ketua Umum PERMESS_Jakarta, Marsel Kusnan, mengatakan pihaknya telah menyampaikan desakan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muara Enim dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dua hari lalu agar segera menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pencemaran sungai akibat limbah perusahaan.

Namun, hingga saat ini, PERMESS_Jakarta mengaku belum melihat adanya langkah tegas di lapangan. Berdasarkan informasi yang diterima dari warga, kondisi Sungai Enim justru semakin memprihatinkan.

“Hari ini kami mendapatkan informasi terbaru dari masyarakat dan teman-teman sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah hujan turun, air Sungai Enim bukannya menjadi jernih, justru berubah menjadi warna kecoklatan. Warga juga menyampaikan bahwa ketika mandi menggunakan air sungai tersebut badan menjadi gatal semua,” ujar Marsel dalam keterangannya, Jumat (31/7/2026).

Menurutnya, informasi tersebut menunjukkan dugaan pencemaran masih terus terjadi dan berpotensi mengancam kesehatan masyarakat yang menggantungkan kebutuhan sehari-hari dari aliran Sungai Enim.

Karena itu, PERMESS_Jakarta menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada kejelasan dan tindakan nyata dari pihak berwenang.

“Kami mahasiswa Muara Enim di Jakarta menyatakan sikap. Kami siap mengawal dugaan pencemaran lingkungan di Sungai Enim sampai tuntas. Kami meminta Plt Bupati Muara Enim dan KLH segera turun langsung serta menindaklanjuti laporan masyarakat Muara Enim,” tegas Marsel.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada pembiaran terhadap perusahaan yang terbukti mengabaikan kewajiban menjaga lingkungan.

“Jangan sampai masyarakat Muara Enim muak karena dugaan Sungai Enim tercemar akibat ulah perusahaan yang mengabaikan lingkungan. Negara harus hadir melindungi rakyatnya dan alamnya,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

HMB UIN Malang Dorong Generasi Muda Mbojo Rawat Identitas di Era Digital

2 September 2026 - 15:15 WIB

HMS Jakarta Soroti Dugaan Pemotongan Anggaran Rehabilitasi Sekolah di Sumenep: Siap Laporkan ke APH

1 September 2026 - 23:52 WIB

GPMI Soroti Dugaan Korupsi Proyek BWS Sumatera VI Jambi, KPK Diminta Periksa Kepala BWS dan PPK

1 September 2026 - 17:08 WIB

DPW MAHASANTRI Jakarta Gelar Maulid Nabi & HUT RI ke-81: Jadikan Akhlak Nabi Fondasi Karakter Bangsa

31 Agustus 2026 - 13:11 WIB

DPP MAHASANTRI Apresiasi Target Dasco Selesaikan RUU Perampasan Aset 15 Desember 2026

29 Agustus 2026 - 19:39 WIB

Rayakan HUT Kemerdekaan ke -81, KKN UNIKAMA dan Warga RT 09 Ampelantuk Sukodadi Lakukan Jalan Sehat Berhadiah Mobil dan Domba

25 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Trending di Daerah