Menu

Mode Gelap

Aspirasi · 9 Jul 2026 12:24 WIB ·

Soroti Petani Patungan Perbaiki Jalan Desa, Anggota DPRD Lebak Tika Kartika Sari: Pemkab Harus Malu


 Soroti Petani Patungan Perbaiki Jalan Desa, Anggota DPRD Lebak Tika Kartika Sari: Pemkab Harus Malu Perbesar

Suarakyat, Lebak – Aksi para petani di Kabupaten Lebak yang rela bergotong royong dan patungan memperbaiki jalan poros desa menuai sorotan dari Anggota DPRD Kabupaten Lebak Fraksi PDI Perjuangan, Tika Kartika Sari. Ia menilai kondisi tersebut merupakan tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak karena menunjukkan masih lemahnya perhatian terhadap pembangunan infrastruktur dasar di pedesaan.

Menurut Tika, sapaan akrabnya, perbaikan jalan desa seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah, bukan dibebankan kepada masyarakat yang harus mengeluarkan biaya secara swadaya agar akses mereka dapat dilalui.

“Ini seharusnya tidak terjadi. Jalan desa merupakan tanggung jawab pemerintah. Ketika masyarakat, khususnya petani, harus patungan memperbaiki jalan, itu menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah,” ujarnya, menanggapi aksi swadaya petani memperbaiki jalan poros desa, Kamis (9/7/2026).

Ia mengatakan, peristiwa tersebut hanyalah contoh kecil dari masih banyaknya persoalan infrastruktur jalan di Kabupaten Lebak. Menurutnya, masyarakat tidak bisa terus-menerus bergantung pada swadaya untuk memperoleh akses jalan yang layak.

“Ini hanya contoh kecil bagaimana masyarakat tidak bisa berharap banyak kepada Pemerintah Kabupaten Lebak dalam membangun infrastruktur jalan yang menjadi penopang mobilitas warga, terutama para petani yang setiap hari menggunakan akses tersebut untuk mengangkut hasil panennya,” katanya.

Tika mengungkapkan masih banyak jalan desa di berbagai wilayah Kabupaten Lebak yang hingga kini belum tersentuh perbaikan. Padahal, keberadaan infrastruktur desa yang memadai sangat penting untuk meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Pembangunan jalan desa harus menjadi prioritas. Infrastruktur desa harus layak sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Ia juga meminta Bupati dan Wakil Bupati Lebak segera turun tangan melihat langsung kondisi di lapangan. Menurutnya, pemerintah daerah semestinya merasa prihatin ketika masyarakat harus mengumpulkan uang sendiri demi memperbaiki fasilitas yang menjadi kewajiban pemerintah.

“Saya meminta Bupati dan Wakil Bupati turun langsung. Seharusnya pemerintah malu melihat masyarakat harus patungan memperbaiki jalan yang merupakan aset publik dan menjadi tanggung jawab pemerintah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tika berharap kejadian tersebut dijadikan bahan evaluasi serius bagi Pemkab Lebak. Ia menilai pemerintah tidak cukup hanya menyampaikan alasan keterbatasan anggaran, tetapi harus mampu menghadirkan solusi nyata atas keluhan masyarakat.

“Peristiwa ini harus menjadi pelajaran dan bahan evaluasi. Jangan hanya menyampaikan keluhan soal keterbatasan anggaran, tetapi bagaimana pemerintah mampu memberikan solusi terhadap persoalan masyarakat, terutama banyaknya jalan desa yang rusak dan membutuhkan penanganan segera,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

HMB UIN Malang Dorong Generasi Muda Mbojo Rawat Identitas di Era Digital

2 September 2026 - 15:15 WIB

HMS Jakarta Soroti Dugaan Pemotongan Anggaran Rehabilitasi Sekolah di Sumenep: Siap Laporkan ke APH

1 September 2026 - 23:52 WIB

GPMI Soroti Dugaan Korupsi Proyek BWS Sumatera VI Jambi, KPK Diminta Periksa Kepala BWS dan PPK

1 September 2026 - 17:08 WIB

DPW MAHASANTRI Jakarta Gelar Maulid Nabi & HUT RI ke-81: Jadikan Akhlak Nabi Fondasi Karakter Bangsa

31 Agustus 2026 - 13:11 WIB

DPP MAHASANTRI Apresiasi Target Dasco Selesaikan RUU Perampasan Aset 15 Desember 2026

29 Agustus 2026 - 19:39 WIB

Rayakan HUT Kemerdekaan ke -81, KKN UNIKAMA dan Warga RT 09 Ampelantuk Sukodadi Lakukan Jalan Sehat Berhadiah Mobil dan Domba

25 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Trending di Daerah