Suarakyat, Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) se-Indonesia menyerukan dilaksanakannya Konsolidasi Nasional BEM/DEMA PTAI Se-Indonesia.
Konsolidasi tersebut diharapkan menjadi ruang bersama bagi mahasiswa untuk membaca, mengkaji, sekaligus merumuskan sikap terhadap berbagai persoalan bangsa yang berkembang saat ini.
Seruan tersebut lahir dari kegelisahan mahasiswa terhadap kondisi Indonesia yang dinilai semakin kompleks. Persoalan sosial, ekonomi, politik, pendidikan, penegakan hukum hingga berbagai kebijakan pemerintah yang berdampak langsung kepada masyarakat dinilai perlu menjadi perhatian bersama.
Sekretaris Nasional BEM/DEMA PTAI Se-Indonesia, Ilham, mengatakan konsolidasi nasional tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial. Menurutnya, forum tersebut harus menjadi momentum untuk menyatukan gagasan, memperkuat solidaritas, serta membangun sikap bersama mahasiswa dalam mengawal kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton atas berbagai persoalan bangsa. Kita harus hadir dengan gagasan, keberanian, dan sikap kritis untuk memastikan setiap kebijakan negara berpihak kepada kepentingan rakyat,” ujar Ilham, Minggu (23/8/2026).
Ia mengajak seluruh pimpinan dan kader mahasiswa PTAI di berbagai daerah untuk membuka ruang komunikasi dan konsolidasi secara nasional.
Sejumlah isu strategis dinilai penting untuk dibahas dalam konsolidasi tersebut, mulai dari kondisi demokrasi, penegakan hukum, persoalan pendidikan, kesejahteraan masyarakat, kebijakan ekonomi hingga berbagai persoalan lain yang menyangkut kepentingan rakyat.
BEM/DEMA PTAI Se-Indonesia juga menyerukan beberapa langkah bersama, di antaranya memperkuat komunikasi dan konsolidasi antarorganisasi mahasiswa PTAI di seluruh Indonesia serta menjadikan kepentingan rakyat sebagai landasan utama dalam setiap gerakan mahasiswa.
Selain itu, mahasiswa didorong untuk mengawal setiap kebijakan pemerintah secara kritis, objektif dan konstitusional, sekaligus mendorong lahirnya solusi serta rekomendasi konkret atas berbagai persoalan bangsa.
Persatuan gerakan mahasiswa juga dinilai harus tetap dijaga dengan mengedepankan intelektualitas, moralitas dan tanggung jawab kebangsaan.
“Kami juga mempersiapkan langkah bersama apabila kondisi bangsa mengharuskan mahasiswa mengambil sikap secara lebih tegas dan konstitusional,” tegasnya.
Ilham menambahkan, konsolidasi nasional menjadi penegasan bahwa mahasiswa PTAI memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk ikut menentukan arah perjalanan bangsa.
“Saatnya mahasiswa PTAI se-Indonesia duduk bersama, membaca keadaan, menyatukan gagasan, dan menentukan langkah. Konsolidasi adalah awal untuk menghadirkan gerakan mahasiswa yang terorganisir, bermartabat, dan berpihak kepada rakyat,” tambah Ilham.
BEM/DEMA PTAI Se-Indonesia menegaskan bahwa seluruh proses konsolidasi akan tetap mengedepankan kedamaian, ketertiban, kebebasan akademik, penyampaian pendapat secara konstitusional, serta penghormatan terhadap hukum dan hak masyarakat.
Melalui konsolidasi tersebut, mahasiswa PTAI se-Indonesia diharapkan dapat memperkuat barisan, menyatukan gagasan dan bersama-sama mengawal perjalanan bangsa agar kebijakan negara tetap berpihak kepada kepentingan rakyat.






