Menu ✖

Mode Gelap

Aksi unjuk rasa · 23 Jul 2026 15:37 WIB ·

Massa Aksi di Kejati Sumsel Desak Penegakan Hukum Transparan dalam Dugaan Kasus Febrie Adriansyah


 Massa Aksi di Kejati Sumsel Desak Penegakan Hukum Transparan dalam Dugaan Kasus Febrie Adriansyah Perbesar

Suarakyat, Palembang – Forum Masyarakat Ganyang Korupsi Sriwijaya menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan, Kamis (23/7/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait penanganan dugaan kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang yang dikaitkan dengan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu diisi dengan orasi, pembentangan spanduk, serta pembacaan pernyataan sikap. Massa meminta agar proses penegakan hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan bebas dari segala bentuk intervensi.

Koordinator Aksi, Jacklin, menyampaikan bahwa pihaknya mendesak Kejaksaan Republik Indonesia untuk mempercepat proses penanganan perkara yang menurut mereka berkaitan dengan Febrie Adriansyah. Massa juga meminta aparat penegak hukum melakukan penggeledahan terhadap rumah maupun aset yang menurut mereka patut diduga berkaitan dengan dugaan hasil tindak pidana, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Dalam orasinya, Jacklin juga menyoroti pernyataan pengacara Hotman Paris Hutapea yang menyebut Febrie Adriansyah sebagai “Jaksa Kebanggaan Presiden” dan “Tangan Kanan Presiden”. Menurutnya, pernyataan tersebut berpotensi menimbulkan persepsi di tengah masyarakat seolah-olah terdapat keterlibatan Presiden dalam proses penegakan hukum.

Di sisi lain, massa menyatakan dukungannya terhadap komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu. Mereka menilai proses hukum harus berjalan secara independen serta tidak dipengaruhi oleh kepentingan politik maupun kedekatan dengan pihak tertentu.

Forum Masyarakat Ganyang Korupsi Sriwijaya juga meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan adanya perlindungan terhadap Febrie Adriansyah oleh pihak-pihak tertentu apabila ditemukan bukti yang cukup sesuai dengan ketentuan hukum.

Selain itu, massa mengusulkan agar penanganan perkara tersebut diserahkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan harapan dapat memperkuat independensi serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan tujuh tuntutan, yaitu:

  1. Mendesak Kejaksaan RI segera menetapkan Febrie Adriansyah sebagai tersangka apabila alat bukti yang dipersyaratkan hukum telah terpenuhi.
  2. Memeriksa pihak-pihak yang diduga menghalangi proses penegakan hukum.
  3. Melakukan penggeledahan terhadap rumah maupun aset yang diduga berkaitan dengan hasil tindak pidana sesuai ketentuan hukum.
  4. Mengecam pernyataan Hotman Paris Hutapea yang membawa nama Presiden dalam memberikan pembelaan terhadap Febrie Adriansyah.
  5. Mendukung komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu dan tanpa intervensi.
  6. Mengusut dugaan adanya perlindungan terhadap Febrie Adriansyah oleh pihak-pihak tertentu apabila terdapat bukti yang cukup.
  7. Mendesak agar penanganan perkara tersebut diserahkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Aksi berlangsung tertib di bawah pengawalan aparat kepolisian. Sebelum membubarkan diri, peserta aksi kembali menegaskan komitmen mereka untuk terus mengawal proses penegakan hukum melalui jalur konstitusional. Sejumlah yel-yel seperti “Lawan Mafia Hukum”, “Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie”, “Tangkap dan Adili Febrie”, serta “Dukung Presiden Berantas Korupsi Tanpa Pandang Bulu” turut dikumandangkan selama aksi berlangsung.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Memulai Babak Baru, DPW Mahasantri Jakarta Bersama DPC se-Jakarta Akan Gelar Pelantikan di Hari Santri Nasional 2026

3 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Sambut hangat Kapolda Baru, Mahasantri Jatim Titip Pesan: Dekat dengan Anak Muda, Pesantren dan Kiai

3 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Ketua Mahasantri Jatim : Jawa Timur Butuh Kapolda yang Dekat dengan Anak Muda, Pesantren dan Ulama

2 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Warga Jayasari Belum Dapat Keadilan, HB Minta Kepemimpinan Kapolri Suyudi Buktikan Polisi Bersama Masyarakat

2 Oktober 2026 - 11:34 WIB

DPP Mahasantri Ajak DPW-DPC Seluruh Indonesia Meriahkan Hari Santri Nasional 2026

1 Oktober 2026 - 03:53 WIB

Vonis Dua Wanita dalam Kasus Penginjakan Al-Qur’an, Tika Kartika: Semoga Jadi Pelajaran dan Jangan Sampai Terulang Kembali

1 Oktober 2026 - 00:18 WIB

Trending di Aspirasi