Menu

Mode Gelap

Nasional · 3 Jul 2026 22:33 WIB ·

Gugur Saat Berantas Narkoba di Kalteng, Aipda Yudhie Raih Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari Kapolri


 Gugur Saat Berantas Narkoba di Kalteng, Aipda Yudhie Raih Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari Kapolri Perbesar

Jakarta, suarakyat.id—Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menganugerahkan kenaikan pangkat luar biasa kepada Aipda Yudhie Perdana Putra, personel Satresnarkoba Polres Katingan yang gugur dalam tugas. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian almarhum saat memberantas jaringan narkoba di wilayah Kalimantan Tengah.

“Institusi memberikan penghormatan terbaik bagi Almarhum dan memberikan kenaikan pangkat luar biasa,” kata Sigit saat ditemui awak media. Jumat (3/7/2026).

Orang nomor satu di Polri itu juga menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Mewakili institusi saya mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya terhadap anggota yang telah gugur dalam melaksanakan tugasnya dan juga seluruh keluarga besar Almarhum,” ungkapnya.

Kronologi Baku Tembak di Desa Tumbang Kalemei

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Rabu malam, 1 Juli 2026. Satresnarkoba Polres Katingan merespons laporan warga terkait aktivitas peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso menjelaskan, target operasi bernama BIO yang merupakan residivis narkotika. Sebanyak 12 anggota dikerahkan untuk mengamankan pelaku.

Tim dibagi dua. Tim pertama masuk ke rumah target, sementara tim kedua berjaga di titik lain. BIO sempat diamankan. Namun situasi mendadak ricuh.

“Saat proses penangkapan berlangsung, target berhasil diamankan. Namun situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang,” jelas Brigjen Eko.

Kerusuhan kian meluas. Massa yang kian bertambah menyerang petugas dengan parang dan senjata api rakitan. Karena tidak seimbang, polisi memilih mundur, menyeberangi sungai, dan berlindung di area hutan sembari menunggu bantuan.

Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhie ditemukan meninggal dunia akibat luka senjata tajam. Hingga berita ini diturunkan, dua personel lainnya, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, masih dicari oleh tim gabungan.

Peristiwa ini menjadi bukti nyata risiko tinggi yang dihadapi aparat di garda terdepan pemberantasan narkotika.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Keracunan Berulang Program Makan Bergizi Justru Mengancam Psikologis Anak

2 September 2026 - 12:45 WIB

DPP MAHASANTRI Imbau Aksi 27 Agustus di DPR RI Berlangsung Tertib dan Kondusif

27 Agustus 2026 - 00:09 WIB

Warga Tanimbar Gelar Aksi Demo di Kedubes Jepang, Desak Penyelesaian Hak Tanah Adat Blok Masela

4 Agustus 2026 - 14:10 WIB

MK: Anggaran MBG Harus Dipisah dari Anggaran Pendidikan Mulai 2028

30 Juli 2026 - 20:14 WIB

Purbaya Yudhi Sadewa: Tantangan Terbesar MBG Ada di Logistik dan Rantai Pasok 3T

14 Juli 2026 - 19:38 WIB

Ketum DPP Persatuan Mahasantri Indonesia Apresiasi Polri Tetapkan 2 Tersangka Kasus Pembakaran Santri di Ponpes Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy

13 Juli 2026 - 23:50 WIB

Trending di Nasional