Suarakyat, Jakarta – Ketua Umum Solidaritas Mahasiswa Empat Lawang (SOMALA)-Jakarta, Hilman Akbar, menyoroti kaburnya empat tahanan dari ruang tahanan Polres Empat Lawang, Sumatera Selatan.
Hilman mempertanyakan perkembangan pencarian terhadap keempat tahanan tersebut yang hingga kini disebut belum berhasil ditemukan dan ditangkap kembali.
Empat tahanan tersebut diketahui kabur dari ruang tahanan Polres Empat Lawang setelah diduga menjebol teralis ventilasi sel. Peristiwa itu terjadi pada dini hari dan baru diketahui petugas saat melakukan pengecekan rutin.
Keempat tahanan yang melarikan diri yakni Febri Andi Kaspura, Pigo Ardiansyah, Badri, serta Irianto alias Yanto. Dua di antaranya merupakan tersangka kasus narkoba, sementara dua lainnya terkait perkara pidana umum.
Hilman menilai persoalan tersebut tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa. Menurutnya, kaburnya tahanan dari ruang tahanan kepolisian harus menjadi perhatian serius, terutama terkait sistem pengamanan dan pengawasan terhadap para tahanan.
“Ini bukan persoalan sederhana. Empat tahanan bisa melarikan diri dari ruang tahanan Polres, dan sampai sekarang belum berhasil ditangkap kembali. Kami mempertanyakan sejauh mana keseriusan dan tanggung jawab jajaran Polres Empat Lawang dalam menyelesaikan persoalan ini,” kata Hilman dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026).
Sebelumnya, tiga personel Polres Empat Lawang yang bertugas menjaga blok tahanan juga telah diperiksa oleh Propam untuk mendalami dugaan kelalaian dalam peristiwa tersebut. Ketiganya saat itu masih berstatus sebagai saksi.
Hilman mengatakan SOMALA-Jakarta dalam waktu dekat akan melakukan konsolidasi bersama sejumlah elemen mahasiswa dan pemuda asal Empat Lawang di Jakarta.
Konsolidasi tersebut, kata dia, dilakukan untuk membahas langkah selanjutnya, termasuk rencana menggelar aksi demonstrasi di depan Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri).
“Kami akan konsolidasi dalam waktu dekat. Kami ingin persoalan ini mendapatkan perhatian serius dari Mabes Polri dan ada evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Polres Empat Lawang,” tegasnya.
Hilman bahkan menyatakan pihaknya akan mendorong evaluasi terhadap Kapolres Empat Lawang. Jika tidak ada langkah konkret dan transparansi dalam penanganan kasus tersebut, SOMALA-Jakarta akan menyuarakan tuntutan agar Kapolres Empat Lawang dicopot dari jabatannya.
“Kami akan meminta Mabes Polri mengevaluasi Kapolres Empat Lawang dan kami akan mendesak Kapolres untuk dicopot,” ujarnya.
Menurut Hilman, tuntutan tersebut bukan semata-mata untuk menyalahkan institusi kepolisian, melainkan sebagai bentuk kontrol masyarakat terhadap profesionalitas dan tanggung jawab aparat penegak hukum.
Ia menegaskan, SOMALA-Jakarta akan terus mengawal persoalan tersebut sampai ada kejelasan mengenai keberadaan keempat tahanan serta evaluasi terhadap sistem pengamanan di Polres Empat Lawang.
“Prinsip kami jelas, persoalan ini harus dibuka secara terang. Keempat tahanan harus segera ditemukan dan ditangkap kembali, kemudian harus ada evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkas Hilman.






