Menu

Mode Gelap

Aspirasi · 5 Sep 2026 09:18 WIB ·

Mahendra Angkat Bicara Soal Isu Tambang PT Putra Hulu Lematang: Masyarakat Jangan Terprovokasi Berita Tak Terverifikasi


 Mahendra Angkat Bicara Soal Isu Tambang PT Putra Hulu Lematang: Masyarakat Jangan Terprovokasi Berita Tak Terverifikasi Perbesar

Suarakyat, Lahat – Ketua Umum Gerakan Cintai Lahat (GCL), Mahendra Reza Wijaya, membantah informasi yang menyebut adanya aktivitas pertambangan oleh PT Putra Hulu Lematang di lahan IUP yang disebut telah dicabut izinnya di Kabupaten Lahat.

Mahendra mengatakan, setelah membaca pemberitaan tersebut, dirinya langsung melakukan konfirmasi kepada dinas terkait untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.

“Setelah saya membaca berita itu, saya langsung melakukan konfirmasi kepada dinas terkait untuk memastikan apakah benar ada aktivitas pertambangan seperti yang diberitakan. Dari hasil konfirmasi, ternyata tidak ada aktivitas pertambangan sebagaimana yang dituduhkan,” ujar Mahendra saat diwawancarai usai berolahraga, Sabtu (5/9/2026).

Menurut Mahendra, informasi yang tidak didukung oleh fakta dan hasil verifikasi yang jelas berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Ia menilai pemberitaan semacam itu tidak seharusnya langsung dijadikan dasar untuk membangun kesimpulan, terlebih apabila informasi mengenai adanya aktivitas pertambangan tersebut belum dapat dibuktikan secara faktual.

“Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi kemudian berkembang menjadi opini liar. Ini bisa membuat gaduh dan merugikan pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan,” tegasnya.

Mahendra juga meminta semua pihak untuk mengedepankan data dan fakta dalam menyampaikan informasi kepada publik, khususnya terkait persoalan pertambangan di Kabupaten Lahat.

Ia menegaskan bahwa kritik terhadap aktivitas pertambangan tetap penting, namun harus dilakukan berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau memang ada pelanggaran, tentu harus disampaikan dengan data dan bukti yang jelas. Jangan hanya berdasarkan dugaan kemudian dibangun menjadi sebuah kesimpulan,” katanya.

Mahendra kemudian mengajak masyarakat Kabupaten Lahat agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum diketahui kebenarannya.

“Masyarakat jangan mudah terpancing. Mari kita sama-sama mempercayai informasi yang jelas sumbernya dan bisa diverifikasi kebenarannya. Jangan sampai berita yang belum terverifikasi justru membuat masyarakat gaduh,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Ratusan Pemuda Deklarasi Gerakan Pemuda Anti Tawuran dan Balap Liar Digelar di Palembang, Kapolrestabes Hadir Langsung

5 September 2026 - 16:44 WIB

Tiga Warga Meninggal, PPM Jatim Desak Pemprov Segera Larang Sound Horeg

5 September 2026 - 10:38 WIB

HMB UIN Malang Dorong Generasi Muda Mbojo Rawat Identitas di Era Digital

2 September 2026 - 15:15 WIB

HMS Jakarta Soroti Dugaan Pemotongan Anggaran Rehabilitasi Sekolah di Sumenep: Siap Laporkan ke APH

1 September 2026 - 23:52 WIB

GPMI Soroti Dugaan Korupsi Proyek BWS Sumatera VI Jambi, KPK Diminta Periksa Kepala BWS dan PPK

1 September 2026 - 17:08 WIB

DPW MAHASANTRI Jakarta Gelar Maulid Nabi & HUT RI ke-81: Jadikan Akhlak Nabi Fondasi Karakter Bangsa

31 Agustus 2026 - 13:11 WIB

Trending di Daerah