Suarakyat, Jakarta – Ketua Umum Ikatan Keluarga Mahasiswa Jambi (IKMJ), Abdul Hakim Alsalafiy, mengapresiasi langkah Kapolresta Jambi Kombes Pol. Ananto Herlambang, S.I.K., M.M. yang turun langsung memimpin kegiatan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dan patroli strong point pada malam Minggu.
Menurut Hakim, kehadiran langsung Kapolresta di lapangan menunjukkan komitmen kuat Polresta Jambi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), termasuk pada saat akhir pekan.
“Menurut kami, ini merupakan bentuk komitmen dan tanggung jawab seorang pimpinan. Tidak ada kata lelah sekalipun di hari weekend. Kapolresta Jambi tetap turun langsung bersama personel untuk memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman,” ujar Hakim dalam keterangannya, Minggu (23/8/2026).
Pelaksanaan KRYD dan patroli strong point tersebut menyasar sejumlah titik yang dinilai rawan kriminalitas maupun gangguan Kamtibmas. Langkah tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi berbagai persoalan yang kerap terjadi pada malam akhir pekan, seperti balap liar, tawuran dan aktivitas kelompok bermotor, serta tindak pidana 3C yakni curat, curas dan curanmor.
Mahasiswa UIN Jakarta itu menilai langkah preventif dengan memperbanyak kehadiran polisi di tengah masyarakat sangat penting, khususnya untuk mencegah gangguan keamanan yang melibatkan remaja dan pelajar di bawah umur.
“Kami melihat patroli seperti ini sangat penting. Bukan hanya untuk melakukan penindakan ketika terjadi kejahatan, tetapi juga mencegah sejak awal agar anak-anak muda tidak terjerumus dalam tawuran, balap liar maupun aktivitas yang membahayakan diri sendiri dan orang lain,” katanya.
Ia juga menyoroti kasus tawuran di kawasan WTC Jambi yang menewaskan seorang remaja berinisial MDH (16). Dalam kasus tersebut, polisi telah mengamankan sejumlah orang dan menetapkan enam orang lainnya sebagai DPO, yakni LP, FR, AP, RG, PL dan FB.
“Kami mendorong Polresta Jambi segera menangkap enam DPO tersebut. Jangan sampai mereka terus berkeliaran. Penegakan hukum harus dilakukan secara tegas dan sesuai ketentuan agar menjadi efek jera serta memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban,” tegas Hakim.
Hakim berharap pengungkapan kasus tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat pencegahan aksi tawuran dan kenakalan remaja di Kota Jambi. Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan orang tua, sekolah, pemerintah dan masyarakat.
“Kami berharap tidak ada lagi kejadian serupa. Kota Jambi harus menjadi kota yang aman, tertib dan kondusif. Kami juga mengajak masyarakat bersama-sama mendukung langkah kepolisian dalam menjaga Kamtibmas,” pungkasnya.
Polresta Jambi sendiri bersama Polda Jambi dan Pemerintah Kota Jambi terus meningkatkan patroli KRYD dan strong point pada malam akhir pekan sebagai langkah pencegahan terhadap balap liar, geng motor, tawuran dan berbagai tindak kriminalitas. Pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026, sekitar 250 personel gabungan dikerahkan dalam kegiatan pengamanan tersebut.






