Suarakyat, Jakarta – Koordinator Pusat Aktivis Sumsel Jakarta (Korpus ASJ), Harda Belly, mendesak Polrestabes Palembang bergerak cepat menangkap para pelaku dugaan pengeroyokan terhadap seorang warga yang terjadi di kawasan Sukarami, Palembang.
Desakan tersebut disampaikan menyusul laporan korban berinisial M Damsir (35) yang mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh lima orang tak dikenal hingga mengalami luka memar di wajah dan sejumlah bagian tubuh. Korban diketahui telah melaporkan peristiwa tersebut ke SPKT Polrestabes Palembang untuk diproses sesuai hukum.
Harda Belly, yang akrab disapa HB, menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang bagi aksi premanisme dalam bentuk apa pun, terlebih dilakukan secara bersama-sama terhadap satu orang.
“Tidak ada toleransi terhadap tindakan premanisme, apalagi dilakukan secara bergerombol. Aparat penegak hukum harus segera mengungkap identitas para pelaku dan menangkap mereka agar mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum,” ujar HB dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, tindakan kekerasan secara bersama-sama merupakan perbuatan yang meresahkan masyarakat dan tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele. Negara, kata dia, harus hadir memberikan rasa aman kepada seluruh warga.
HB juga mengingatkan bahwa setiap tindak kriminal harus diproses secara tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Penegakan hukum yang cepat dan profesional dinilai penting untuk memberikan efek jera kepada pelaku.
“Kejadian ini harus menjadi pelajaran bahwa setiap tindakan kriminal harus dimintai pertanggungjawaban di depan hukum. Harus ada efek jera agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan masyarakat merasa terlindungi,” tegasnya.
Ia berharap Satreskrim Polrestabes Palembang segera menuntaskan penyelidikan, mengamankan seluruh pelaku, serta mengusut tuntas motif di balik aksi pengeroyokan tersebut. Menurut HB, langkah cepat kepolisian akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum sekaligus menjadi pesan bahwa aksi kekerasan tidak akan mendapat tempat di Kota Palembang.






