Menu

Mode Gelap

Nasional · 3 Jun 2026 19:41 WIB ·

Ketum Pusat Mahasantri: MBG Jangan Bunuh UMKM Sekitar Sekolah. BGN Diminta Rombak Skema Distribusi


 Ketum Pusat Mahasantri: MBG Jangan Bunuh UMKM Sekitar Sekolah. BGN Diminta Rombak Skema Distribusi Perbesar

Jakarta, suarakyat.id— Ketua Umum DPP Persatuan Mahasantri Indonesia Moh. Khairi menyoroti dampak ganda program Makan Bergizi Gratis terhadap UMKM dan pedagang kecil di sekitar sekolah.

“MBG punya dampak positif dan negatif terhadap keberlanjutan UMKM serta pedagang kecil. Negatifnya, banyak kantin sekolah dan pedagang di sekitar sekolah yang pendapatannya anjlok, bahkan sampai tutup karena MBG,” ujar Khairi. Rabu, (3/6/2026).

Ia mengakui program MBG penting untuk pemenuhan gizi anak. Namun Khairi menilai skema distribusi saat ini belum berpihak pada ekonomi rakyat kecil yang selama ini menggantungkan hidup dari lingkungan sekolah. Karena itu ia mendesak Kepala Badan Gizi Nasional melakukan evaluasi menyeluruh.

“Evaluasi BGN jangan hanya menyasar internal. Skema distribusi MBG juga harus dikaji ulang agar tidak mematikan usaha kecil di lingkungan sekolah,” tegas Khairi

Khairi menekankan keseimbangan dua kepentingan. “Program gizi harus jalan, UMKM juga harus hidup. Jangan sampai yang satu berdiri, yang lain tumbang,” katanya.

Untuk itu, Khairi berharap Kepala BGN yang baru, Nanik S Deyang, segera mengkaji ulang model pelaksanaan MBG. Tujuannya agar manfaat gizi benar-benar dirasakan siswa tanpa harus mengorbankan pedagang kecil di sekitar sekolah.

“Dengan begitu, anak bergizi, pedagang tetap jalan. Itu baru kebijakan yang berkeadilan,” tutur Khairi.

Khairi meminta Badan Gizi Nasional membuat kebijakan berpihak ke UMKM agar program Makan Bergizi Gratis tidak mematikan pedagang kecil di sekitar sekolah.

“Jika ditanya solusi, ya mungkin dari saya, BGN buat aturan minimal 30% nilai kontrak MBG di tiap titik harus ke UMKM. Jadi kantin sekolah punya jatah tetap tiap hari, pertama. Kedua, kantin yang kena dampak dialihfungsikan. Dari jualan jajanan jadi gerai pendamping MBG, misalnya, jual lauk tambahan, buah, dan susu,” ucap Khairi

Menurut Khairi, skema itu bisa menjaga dua tujuan sekaligus: gizi siswa terpenuhi dan ekonomi warga sekolah tetap berjalan. Ia berharap Kepala BGN yang baru segera mengkaji ulang model distribusi MBG agar tidak ada pihak yang dirugikan.

“Program gizi jalan, UMKM juga harus hidup. Jangan sampai yang satu berdiri, yang lain tumbang,” pungkas Khairi.

Artikel ini telah dibaca 68 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Dewan Penasihat DPP Mahasantri Kecam Kasus Pelecehan di Pesantren, Desak Pemerintah Perketat Izin & Pengawasan

5 Juni 2026 - 11:59 WIB

DPP Mahasantri Akui MBG Buka Lapangan Kerja, Tapi jangan Bikin UMKM Di Lingkungan Sekolah Tak Berdaya

4 Juni 2026 - 00:20 WIB

Kabid. Hukum dan HAM PP GPI Apresiasi Langkah Presiden Melakukan Evaluasi Pimpinan BGN

3 Juni 2026 - 19:25 WIB

Ketum Pusat Mahasantri Apresiasi Langkah Presiden Evaluasi BGN, Soroti Dampak MBG ke UMKM Sekolah

3 Juni 2026 - 19:11 WIB

Jenderal Dudung Ungkap Dugaan Jual Beli “Dapur MBG” Jadi Pemicu Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana

3 Juni 2026 - 18:26 WIB

Desak Pencabutan IUP PT. WIN, FAMHI Ungkap Dugaan Kerusakan Lingkungan dan Risiko Keselamatan Masyarakat

31 Mei 2026 - 19:40 WIB

Trending di Nasional