Jakarta, suarakyat.id- Ketua Umum DPP Mahasantri Indonesia Moh. Khairi mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional. Pencopotan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama dua wakilnya dinilai tepat untuk membenahi program Makan Bergizi Gratis.
“Kami mengapresiasi langkah evaluasi Presiden Prabowo terhadap pimpinan BGN. Ini keputusan berani demi menjaga marwah program MBG,” ujar Khairi, Rabu 3/6/2026.
Khairi berharap BGN di bawah kepemimpinan baru Nanik S Deyang bisa steril dari praktik Korupsi, Kolusi, Nepotisme. Berdasarkan pantauan DPP Mahasantri di lapangan, program MBG memang bagus secara konsep. Namun implementasinya masih rawan.
“MBG itu programnya bagus, tapi di lapangan titik MBG dijual belikan. Kualitasnya juga belum sesuai standar bergizi yang ditetapkan pemerintah,” katanya.
Khairi menambahkan MBG punyak dampak positif dan negatif terhadap keberlanjutan UMKM dan pedagang kecil.
“Sebenarnya MBG ada dampak positif dan negatifnya. Negatifnya banyak UMKM rakyat seperti kantin sekolah atau pedagang di sekitar sekolah itu pendapatannya menurun bahkan tutup karena MBG,” jelas Khairi.
Ia meminta evaluasi BGN tidak hanya menyasar internal, tapi juga mengkaji ulang skema distribusi MBG agar tidak mematikan usaha kecil di lingkungan sekolah.
“Program gizi jalan, UMKM juga harus hidup. Jangan sampai yang satu berdiri, yang lain tumbang,” tegas Khairi.
DPP Persatuan Mahasantri Indonesia siap menjadi mitra kritis pemerintah untuk memastikan MBG sampai ke siswa dengan gizi terjaga, tanpa mengorbankan ekonomi warga sekitar sekolah.






