Menu

Mode Gelap

Policy · 10 Jul 2026 14:15 WIB ·

Kemenperin Tawarkan Kawasan Industri RI ke Investor Global di INNOPROM 2026 Rusia


 Kemenperin Tawarkan Kawasan Industri RI ke Investor Global di INNOPROM 2026 Rusia Perbesar

Jakarta, http://suarakyat.id — Pemerintah Indonesia kembali menggenjot promosi kawasan industri sebagai tujuan investasi dunia. Dalam ajang INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia, Kementerian Perindustrian mempresentasikan potensi kawasan industri nasional sebagai gerbang masuk investasi dan pengembangan klaster industri internasional yang saling menguntungkan.

Langkah itu ditopang oleh kinerja investasi kawasan industri yang terus meningkat. Sepanjang 2025, realisasi investasi di kawasan industri tercatat sebesar Rp 6.744,58 triliun. Angka tersebut naik 9,26 persen dibanding tahun sebelumnya. Aktivitas di berbagai kawasan industri juga menyerap tenaga kerja sekitar 2,35 juta orang.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut pengembangan kawasan industri menjadi strategi pemerintah untuk mendorong pemerataan industrialisasi dan memperkuat daya saing sektor manufaktur.
“Pengembangan kawasan industri merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat pemerataan industrialisasi sekaligus memperkuat daya saing manufaktur nasional,” ujar Agus dalam keterangan tertulis, Jumat (10/7/2026).

Ia menambahkan, kawasan industri memiliki peran penting dalam mempercepat transformasi industri nasional. Ekosistem terintegrasi di dalamnya mendukung hilirisasi, peningkatan nilai tambah, penyerapan tenaga kerja, hingga peningkatan daya saing industri nasional di pasar global.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kemenperin Tri Supondy menilai harmonisasi regulasi adalah kunci menciptakan iklim investasi yang kondusif antara Indonesia dan Rusia.
“Harmonisasi regulasi antara Indonesia dan Rusia menjadi kunci untuk memastikan setiap investasi kawasan industri berjalan efisien, transparan, dan saling menguntungkan bagi kedua negara. Kami berharap dialog ini dapat menjadi landasan bagi kemitraan jangka panjang, tidak hanya dalam hal investasi, tetapi juga transfer pengetahuan dan pengembangan kapasitas kawasan industri kedua negara,” ucap Tri.

Hingga kuartal II 2026, Indonesia telah memiliki 180 kawasan industri dengan hampir 12.000 perusahaan atau tenan. Pengembangan kawasan dilakukan melalui empat pendekatan utama guna memenuhi kebutuhan industri dan meningkatkan efisiensi sistem logistik nasional.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kementan Tetapkan Harga Patokan Ayam Rp19.500 dan Telur Rp24.000 per Kg Mulai 15 Juli

7 Juli 2026 - 18:42 WIB

Dari Pulau Garam ke Pulau Tembakau? Wacana KEK Madura Tuai Kritik Tajam

2 Mei 2026 - 16:21 WIB

Pimpinan Buruh Puji Desk Ketenagakerjaan Buatan Kapolri

2 Mei 2026 - 09:59 WIB

Besok, Naik Transjakarta Cuma Rp1, Catat Waktunya!

23 April 2026 - 08:50 WIB

Trending di Policy