Menu

Mode Gelap

Politik · 8 Jun 2026 17:11 WIB ·

Jadi Justice Collaborator, Sony Sonjaya Siap Bongkar “Nama Besar” di Balik Kasus Korupsi MBG


 Jadi Justice Collaborator, Sony Sonjaya Siap Bongkar “Nama Besar” di Balik Kasus Korupsi MBG Perbesar

Jakarta, suarakyat.id—Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Sony Sonjaya berencana membuka semua yang diketahuinya terkait dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis. Ia mengajukan diri sebagai Justice Collaborator atau saksi pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum.

Hal itu disampaikan pengacaranya, Krisna Murti, usai kliennya resmi ditetapkan sebagai tersangka. Purnawirawan Polri bintang dua itu disebut siap mengungkap nama-nama tokoh yang diduga ikut bermain dalam kasus MBG.

“Pada waktunya nama-nama tokoh yang terlibat akan kita buka di pengadilan. Ini adalah itikad baik dari Pak Sony agar kasusnya transparan,” ujar Krisna. Rabu, (3/6/2026).

Krisna menyebut permohonan JC akan segera diajukan secara resmi ke Kejaksaan Agung pekan depan. Ia memastikan persidangan nanti akan menjadi panggung terbongkarnya aktor-aktor lain di luar kliennya.

Menurut Krisna, Sony menolak disebut sebagai satu-satunya aktor di balik praktik jual beli Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Pihaknya mengklaim ada tekanan dan atensi dari “nama-nama besar” yang turut berperan.

“Padahal menurut Pak Sony bahwa beliau dalam tekanan, ada atensi gitu lho. Diatensi oleh nama-nama besar yang akan beliau sampaikan nanti sendiri,” kata Krisna.

Sebelumnya Kejagung telah menetapkan 3 tersangka dalam kasus ini: mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, mantan Waka BGN Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung.

Direktur Penyidikan Jampidsus Syarief Sulaeman Nahdi menjelaskan, MBG seharusnya dikelola yayasan yang terafiliasi dengan sekolah penerima. Fakta di lapangan berbeda: banyak SPPG ditunjuk karena punya afiliasi dengan petinggi BGN, padahal yayasan tersebut tidak memenuhi syarat sebagai mitra.

“Yayasan-yayasan tersebut mendapatkan insentif miliaran rupiah setiap hari dan yayasan-yayasan tersebut terafiliasi di antaranya dimiliki oleh saudara DH, saudara SS, dan saudara LP,” ungkap Syarief.

Kasus ini kini jadi sorotan karena MBG menyangkut gizi jutaan anak sekolah sekaligus anggaran negara dalam skala besar.

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

PARADOKS INDUSTRIALISASI DAN KEDAULATAN EKOLOGIS Melampaui Demokrasi Prosedural melalui Advokasi Teknokrasi Hijau dan Penguasaan Instrumen Kebijakan

7 Agustus 2026 - 10:08 WIB

Geopolitik Hijau dan Arsitektur Kepemimpinan Global dalam Perspektif Mahasiswa Hubungan Internasional

7 Agustus 2026 - 00:40 WIB

Mengarungi Arus Geopolitik Hijau: Membangun Tata Kelola Global dan Menjaga Kedaulatan Ekologi

7 Agustus 2026 - 00:22 WIB

Warga Tanimbar Gelar Aksi Demo di Kedubes Jepang, Desak Penyelesaian Hak Tanah Adat Blok Masela

4 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Kantor BGN digeledah Kejagung pasca Kepala BGN diganti Prabowo.

3 Juni 2026 - 12:38 WIB

Dari ‘Kubu Sebelah’ ke Kursi Menteri: Langlah Prabowo yang Bikin Publik Kaget

30 April 2026 - 04:07 WIB

Trending di Politik