Jakarta, suarakyat.id– DPP Persatuan Mahasantri Indonesia mendukung dan membela Dudung Abdurrahman selaku Kepala KSP yang baru dilantik dan menyayangkan pernyataan oknum pemuka agama yang menyudutkan Kepala KSP tersebut. Organisasi berbasis santri dan alumni ini menilai ucapan tersebut cenderung provokatif dan berpotensi mengadu domba anak bangsa.
“Kami sangat menyayangkan adanya narasi yang tidak mendidik. Sebagai tokoh yang diteladani oleh kelompoknya, sudah sepatutnya menjaga lisan dan merawat persatuan,” ujar Khairi Ketua Umum DPP Mahasantri Indonesia, Rabu (5/5/2026).
Menurut Khairi, kritik terhadap pejabat publik adalah hal wajar dalam demokrasi. Namun, kritik sebaiknya fokus pada kebijakan dan kinerja, bukan merendahkan pribadi.
“Kita ini bangsa besar. Warisan para kiai dan tokoh agama adalah menjaga ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathonyah, dan ukhuwah basyaryah. Jangan sampai ucapan kita justru merusak persaudaraan,” ucap Khairi.
Khairi mengingatkan pesan para ulama dan pendiri bangsa agar umat selalu menjaga persatuan dan kesatuan. “Bangsa ini butuh kesejukan. Tugas kita bersama mendinginkan suasana, bukan memanaskan,” tambah Khairi
DPP Mahasantri juga mengajak seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warganet untuk bijak bermedia sosial. Tabayyun dan dialog harus dikedepankan sebelum menyampaikan sesuatu ke publik.
“Kepala KSP Jenderal Dudung Abdurachman sedang mengemban amanah baru dalam membantu Presiden Prabowo Subianto. Mari kita dukung dengan doa dan masukan yang membangun. Kalau ada yang perlu dikritisi, sampaikan dengan santun, dengan qaulan sadida, dengan qaulan karima dan qaulan makrufaa,” tutupnya.






