Menu

Mode Gelap

Nasional · 10 Mei 2026 23:23 WIB ·

Ungkap Sindikat Judol Internasional, DPP Mahasantri: Ini Kerja Nyata Kapolri


 Ungkap Sindikat Judol Internasional, DPP Mahasantri: Ini Kerja Nyata Kapolri Perbesar

Jakarta, suarakyat.id– Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Mahasantri Indonesia (DPP Mahasantri) mengapresiasi langkah cepat Polri mengungkap sindikat judi online (judol) jaringan internasional di Jakarta Barat. DPP Mahasantri menilai keberhasilan ini merupakan kerja nyata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menindaklanjuti perintah Presiden Prabowo Subianto untuk memberantas judol hingga ke akar.

Sekretaris NCB Interpol Divhubinter Polri Brigjen Untung Widyatmoko menjelaskan adanya pola pergeseran tindak pidana transnasional ke Indonesia. Hal itu disampaikan saat konferensi pers pengungkapan kasus sindikat judol jaringan internasional di Jakarta, Sabtu 9/5/2026, dipantau dari Breaking News KompasTV.

“Perkembangan hari ini menunjukkan bahwa pola pergeseran tindak pidana transnasional sudah mulai beralih ke Indonesia,” ujar Untung.

Ia menjelaskan, penertiban pola operasi daring seperti love scamming (penipuan asmara), investasi online, dan judol di sejumlah negara membuat tindak pidana transnasional mulai bergeser ke Indonesia.

“Khususnya Myanmar, Kamboja, Laos, Vietnam yang selama ini menjadi basis-basis dari perekrutan dan aktivitas tindak pidana daring yang sasaran korbannya transnasional, sasaran korbannya selalu warga negara asing, setelah ditertibkan mulai terjadi pergeseran ke Indonesia,” jelasnya.

Dalam konferensi pers yang sama, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra menyebut pengungkapan sindikat judol internasional di Jakarta Barat dilakukan pada Kamis 7/5/2026. Ia mengungkap ada 321 Warga Negara Asing (WNA) ditangkap terkait kasus tersebut dan sebagian sudah ditetapkan jadi tersangka.

Menanggapi pengungkapan itu, Ketua Umum DPP Mahasantri Moh. Khairi, menegaskan keberhasilan Polri adalah bukti komitmen menjalankan perintah Presiden Prabowo.

“Ini kerja nyata Kapolri. Sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto, Polri bergerak cepat berantas judol yang merusak moral dan ekonomi rakyat. Kami dari Mahasantri sangat apresiasi,” ujar Khairi. Minggu, (10/5/2026).

Menurutnya, pergeseran sindikat kejahatan transnasional ke Indonesia harus diwaspadai bersama. DPP Mahasantri menyatakan siap mendukung Polri melalui edukasi dan literasi digital di pesantren.

“Judol ini musuh bersama. Santri harus jadi benteng. Mahasantri siap kolaborasi dengan Polri agar pesantren dan masyarakat tidak jadi korban berikutnya,” tegas Khairi.

DPP Mahasantri juga meminta aparat menindak tegas seluruh jaringan, termasuk aktor intelektual dan pemodal di balik sindikat internasional tersebut.

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Keracunan Berulang Program Makan Bergizi Justru Mengancam Psikologis Anak

2 September 2026 - 12:45 WIB

DPP MAHASANTRI Imbau Aksi 27 Agustus di DPR RI Berlangsung Tertib dan Kondusif

27 Agustus 2026 - 00:09 WIB

Warga Tanimbar Gelar Aksi Demo di Kedubes Jepang, Desak Penyelesaian Hak Tanah Adat Blok Masela

4 Agustus 2026 - 14:10 WIB

MK: Anggaran MBG Harus Dipisah dari Anggaran Pendidikan Mulai 2028

30 Juli 2026 - 20:14 WIB

Purbaya Yudhi Sadewa: Tantangan Terbesar MBG Ada di Logistik dan Rantai Pasok 3T

14 Juli 2026 - 19:38 WIB

Ketum DPP Persatuan Mahasantri Indonesia Apresiasi Polri Tetapkan 2 Tersangka Kasus Pembakaran Santri di Ponpes Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy

13 Juli 2026 - 23:50 WIB

Trending di Nasional