Jakarta, suarakyat.id– Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Mahasantri Indonesia (DPP Mahasantri) mengapresiasi langkah cepat Polri mengungkap sindikat judi online (judol) jaringan internasional di Jakarta Barat. DPP Mahasantri menilai keberhasilan ini merupakan kerja nyata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menindaklanjuti perintah Presiden Prabowo Subianto untuk memberantas judol hingga ke akar.
Sekretaris NCB Interpol Divhubinter Polri Brigjen Untung Widyatmoko menjelaskan adanya pola pergeseran tindak pidana transnasional ke Indonesia. Hal itu disampaikan saat konferensi pers pengungkapan kasus sindikat judol jaringan internasional di Jakarta, Sabtu 9/5/2026, dipantau dari Breaking News KompasTV.
“Perkembangan hari ini menunjukkan bahwa pola pergeseran tindak pidana transnasional sudah mulai beralih ke Indonesia,” ujar Untung.
Ia menjelaskan, penertiban pola operasi daring seperti love scamming (penipuan asmara), investasi online, dan judol di sejumlah negara membuat tindak pidana transnasional mulai bergeser ke Indonesia.
“Khususnya Myanmar, Kamboja, Laos, Vietnam yang selama ini menjadi basis-basis dari perekrutan dan aktivitas tindak pidana daring yang sasaran korbannya transnasional, sasaran korbannya selalu warga negara asing, setelah ditertibkan mulai terjadi pergeseran ke Indonesia,” jelasnya.
Dalam konferensi pers yang sama, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra menyebut pengungkapan sindikat judol internasional di Jakarta Barat dilakukan pada Kamis 7/5/2026. Ia mengungkap ada 321 Warga Negara Asing (WNA) ditangkap terkait kasus tersebut dan sebagian sudah ditetapkan jadi tersangka.
Menanggapi pengungkapan itu, Ketua Umum DPP Mahasantri Moh. Khairi, menegaskan keberhasilan Polri adalah bukti komitmen menjalankan perintah Presiden Prabowo.
“Ini kerja nyata Kapolri. Sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto, Polri bergerak cepat berantas judol yang merusak moral dan ekonomi rakyat. Kami dari Mahasantri sangat apresiasi,” ujar Khairi. Minggu, (10/5/2026).
Menurutnya, pergeseran sindikat kejahatan transnasional ke Indonesia harus diwaspadai bersama. DPP Mahasantri menyatakan siap mendukung Polri melalui edukasi dan literasi digital di pesantren.
“Judol ini musuh bersama. Santri harus jadi benteng. Mahasantri siap kolaborasi dengan Polri agar pesantren dan masyarakat tidak jadi korban berikutnya,” tegas Khairi.
DPP Mahasantri juga meminta aparat menindak tegas seluruh jaringan, termasuk aktor intelektual dan pemodal di balik sindikat internasional tersebut.






