Jakarta, suarakyat.id—Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Mahasantri Indonesia (DPP MAHASANTRI) menyayangkan terjadinya dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Para santri tersebut diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan di lingkungan pesantren.
Ketua Umum DPP MAHASANTRI, Moh. Khairi, menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian yang menimpa para santri. Menurutnya, program MBG seharusnya menjadi solusi untuk pemenuhan gizi, bukan justru menimbulkan korban.
“Kami sangat menyayangkan dan prihatin atas kejadian ini. Santri adalah generasi penerus bangsa yang sedang menuntut ilmu. Seharusnya mereka mendapatkan makanan yang aman, higienis, dan bergizi, bukan malah dirawat karena keracunan,” tegas Moh. Khairi.
DPP MAHASANTRI mendesak agar insiden ini segera ditangani secara serius dan transparan oleh pihak terkait. Pihaknya juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, mulai dari proses pengadaan, pengolahan, hingga distribusi makanan.
Lebih lanjut, DPP MAHASANTRI meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) untuk bertanggung jawab dan dievaluasi atas dugaan kelalaian dalam pengawasan program tersebut.
“Kami meminta Kepala BGN untuk segera dievaluasi dan bertanggungjawab. Ini bentuk akuntabilitas. Jangan sampai ada lagi santri, siswa, atau masyarakat lain yang menjadi korban karena kelalaian sistem,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, ratusan santri Ponpes Manbaul Hikam dilaporkan mendapatkan perawatan medis. DPP MAHASANTRI juga mendesak pemerintah daerah dan BGN untuk menjamin seluruh biaya pengobatan korban ditanggung penuh oleh negara.
DPP MAHASANTRI berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting agar program MBG ke depan benar-benar memperhatikan aspek keamanan pangan dan tidak mengorbankan kesehatan penerima manfaat.






