Menu ✖

Mode Gelap

Aspirasi · 14 Okt 2026 15:31 WIB ·

Kecam Dugaan Kekerasan terhadap Mahasiswa dan Wartawan, Seknas BEM/DEMA PTAI Ilham Desak Kapolri Copot Kapolda Sumsel


 Kecam Dugaan Kekerasan terhadap Mahasiswa dan Wartawan, Seknas BEM/DEMA PTAI Ilham Desak Kapolri Copot Kapolda Sumsel Perbesar

Suarakyat, Jakarta – Sekertaris Nasional BEM/DEMA Perguruan Tinggi Agama Islam Se-Indonesia, Ilham, menyayangkan terjadinya insiden kekerasan dalam aksi penyampaian aspirasi di depan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Mapolda Sumsel), Selasa (13/10/2026). Ia mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas peristiwa tersebut secara objektif, transparan, dan tanpa pandang bulu.

Ilham menilai, kejadian yang dilaporkan melibatkan massa aksi dan sekelompok orang yang diduga berasal dari salah satu organisasi kemasyarakatan itu menjadi perhatian serius bagi kehidupan demokrasi, khususnya terkait jaminan keamanan bagi mahasiswa dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

Ilham juga Mendesak Kapolri untuk mencopot Kapolda Sumsel usai adanya aksi premanisme terhadap massa aksi di Mapolda Sumsel.

“Aksi Penyampaian aspirasi merupakan hak konstitusional warga negara yang harus dihormati dan dilindungi. Jangan sampai ruang demokrasi yang seharusnya menjadi tempat menyampaikan kritik justru berubah menjadi ruang ketakutan akibat tindakan kekerasan,”ilham dalam keterangannya, Rabu (14/10/2026).

Menurut dia, perbedaan pandangan dalam kehidupan bermasyarakat merupakan sesuatu yang wajar. Namun, perbedaan tersebut semestinya diselesaikan melalui dialog dan mekanisme hukum, bukan melalui intimidasi maupun tindakan kekerasan.

Ia menegaskan, setiap pihak memiliki tanggung jawab untuk menjaga ruang demokrasi tetap terbuka dan aman. Mahasiswa harus diberikan kesempatan menyampaikan aspirasi secara damai, sementara aparat penegak hukum berkewajiban memastikan keamanan serta menindak setiap pelanggaran hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

“Penyampaian aspirasi ini adalah bentuk kebebasan berpendapat yang seharusnya pihak keamanan memastikan keamanan para penyampai aspirasi, tapi ternyata ruang itu di kotori oleh orang yang merasa memiliki wewenang lebih dan bisa membungkam itu salah satu hal yang salah, karna setiap orang mempunyai hak nya menyampaikan aspirasi,” tegasnya.

Selain menyoroti dugaan kekerasan terhadap mahasiswa,ilham  juga menyampaikan keprihatinan atas laporan bahwa sejumlah wartawan turut menjadi korban dalam kericuhan tersebut.

Ia mengatakan, keselamatan jurnalis saat menjalankan tugas peliputan harus menjadi perhatian bersama. Pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi.

Ilham mendesak aparat kepolisian mendalami seluruh rangkaian peristiwa, mengumpulkan bukti, memeriksa keterangan para saksi, serta memastikan pihak-pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan hukum.

Ia juga mengingatkan pentingnya menghindari kesimpulan prematur maupun penyebaran informasi yang belum terverifikasi agar proses penegakan hukum tidak terganggu oleh provokasi.

Lebih lanjut, sekretaris nasional BEM/DEMA PTAI juga mengajak mahasiswa, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, insan pers, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif tanpa mengabaikan pentingnya penyelesaian hukum atas insiden yang terjadi.

Menurutnya, menjaga ketertiban tidak berarti menutup ruang kritik. Sebaliknya, demokrasi yang sehat membutuhkan keberanian masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus komitmen semua pihak untuk menghormati hak-hak konstitusional warga negara.

Ilham berharap peristiwa di Mapolda Sumsel menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk memperkuat komitmen terhadap supremasi hukum dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Ia menegaskan, penyelesaian insiden tersebut harus berorientasi pada pengungkapan fakta dan pertanggungjawaban hukum, sekaligus memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

“Ini adalah momentum kita untuk mengawal inseden tersebut jangan sampai tidak ditindak oleh aparat penegak hukum, sekali lagi ini kejadian ini harus jadi atensi KAPOLRI untuk menjaga marwah bahwa polisi bersama masyarakat ,” tutup ilham.

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Apresiasi Kapolresta Tuban Kombes Pol Jazuli Dani Iriawan Berantas Narkoba, Ketum PPM Jatim: Gercep Laksanakan Perintah Kapolri

19 Oktober 2026 - 13:18 WIB

LKBHMI PB HMI Kecam Keras Pengancaman Ibu dan Anak di Pamekasan, Desak Mabes Polri Usut Tuntas dan Tangkap Pelaku

18 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Cipayung Plus Palembang Gelar Aksi Jilid II, Desak Penuntasan Kasus Karhutla dan Kekerasan terhadap Mahasiswa

17 Oktober 2026 - 19:38 WIB

KCB Nilai Penunjukan Irjen Dedy Kusuma Bakti sebagai Kabaintelkam Polri Tepat, Pengalaman Intelijen Jadi Modal Besar

16 Oktober 2026 - 11:38 WIB

Janji Penanaman Pohon Dipertanyakan, Billboard Baru di Jalan Soekarno-Hatta Kota Malang Disorot

15 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Ketum GPMI Tonico Angga Desak Kapolri Pecat Kapolda Sumsel dan Dir Intelkam Buntut Kekerasan terhadap Aktivis

14 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Trending di Aspirasi