Suarakyat.id – Sebanyak 30 mahasiswa Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) dari berbagai fakultas dan program studi resmi menyelesaikan rangkaian program pengabdian masyarakat Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Mengusung semangat kolaborasi dan pemberdayaan, program yang berlangsung sejak 3 Agustus hingga 3 September 2026 ini menghadirkan berbagai inovasi program kerja unggulan maupun penunjang yang menyasar sektor ekonomi, pendidikan, hingga hukum.
Sebagai program kerja unggulan, tim mahasiswa KKN Unikama meluncurkan platform *website* pemasaran digital khusus untuk produk dan jasa milik BUMDes serta UMKM se-Desa Sukodadi. Langkah ini diambil guna memperluas jangkauan pasar produk lokal agar tidak hanya dikenal di tingkat desa, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas. Menariknya, sistem platform ini dirancang ramah pengguna (*user-friendly*), di mana para pelaku usaha dapat mengunggah dan mengelola katalog produk mereka secara mandiri setelah diverifikasi oleh admin.

Tidak hanya fokus pada pemberdayaan ekonomi, aspek sosial, pendidikan, dan hukum juga menjadi prioritas. Di minggu pertama pelaksanaan KKN, mahasiswa menggelar kampanye *Anti-Bullying* yang ditujukan bagi siswa kelas 6 SDN 1 Sukodadi serta 80 santri di TPQ Rodhatul Ulum Dusun Genderan. Melalui penayangan video edukatif dan sesi curhat, kegiatan ini berhasil menggugah emosi peserta hingga meneteskan air mata, dengan harapan mampu menekan dan mengikis angka perundungan di lingkungan sekolah maupun TPQ.
Mahasiswa juga membuka Posko Konsultasi Hukum dari tanggal 5 hingga 29 Agustus 2026. Program ini disambut hangat oleh warga Desa Sukodadi yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi langsung mengenai berbagai permasalahan hukum, baik secara *face-to-face* di posko maupun melalui kunjungan rumah. Selain itu, hadir pula program bimbingan belajar (bimbel) bagi anak-anak SD serta pendampingan mengajar di TPQ Rodhatul Ulum yang dilaksanakan secara rutin tiga kali seminggu, peremajaan pal batas desa peninggalan KKN Unikama 2017, hingga kegiatan “Melebur Masyarakat” demi mempererat rasa kekeluargaan dan menjaga kearifan lokal.
Rangkaian kegiatan pengabdian ini mencapai puncaknya pada Sabtu (29/08/2026) melalui acara penutupan yang diselenggarakan meriah di Balai Desa Sukodadi. Dipadukan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, acara tersebut diwarnai pertunjukan seni tari oleh santri TPQ Rodhatul Ulum, penayangan *after movie*, serta *launching* resmi *website* dan logo BUMDes Desa Sukodadi.
Dalam sambutannya, Koordinator KKN Unikama, Baihaqi, mengungkapkan kesan mendalam selama sebulan mengabdi di Sukodadi. *”KKN ini mengajarkan kami satu hal, bahwa waktu 30 hari ternyata cukup untuk membangun rasa kekeluargaan yang sebelumnya tak saling kenal, dan tentu terasa kurang. Semoga ke depan kami masih diberikan waktu dan rezeki untuk bisa berkunjung kembali ke desa kita tercinta ini,”* ungkapnya.
Apresiasi tinggi juga disampaikan oleh Kepala Desa Sukodadi, Susilo Wahyudi, saat meresmikan penutupan kegiatan. *”Kegiatan ini saya tutup hari ini, namun yang saya tutup hanya kegiatan KKN-nya, bukan ikatan persaudaraan dan kekeluargaan yang selama ini dibangun. Harapan saya adik-adik KKN ini masih bisa melanjutkan silaturahmi walaupun sudah tidak KKN di Sukodadi lagi,”* pungkas Wahyudi.
Melalui kolaborasi aktif ini, kehadiran mahasiswa KKN Unikama 2026 tidak hanya meninggalkan rekam jejak digitalisasi bagi BUMDes dan UMKM, melainkan juga jalinan silaturahmi yang erat dengan seluruh lapisan warga Desa Sukodadi.






