Jakarta, suarakyat.id—Koordinator Pusat Presidium Nasional Forkom BEM/DEMA PTAI Se-Indonesia, Fathammubina, hadir sebagai narasumber dalam Diskusi Publik di Universitas Kristen Indonesia. Diskusi mengangkat tema “Mengawal Kebijakan Pendidikan Nasional: Peran Aktif Mahasiswa untuk Masa Depan Indonesia.” Senin (4/5/2026)
Di hadapan peserta, Fathammubina menyoroti kondisi pendidikan Indonesia yang dinilai belum sesuai amanat UUD 1945 Pasal 31. “Realitas hari ini, pendidikan di Indonesia masih banyak menghadapi persoalan: kenaikan biaya kuliah, efisiensi anggaran dana pendidikan, dan ketimpangan di daerah 3T,” jelas Fatham
Ia menegaskan, persoalan tersebut menimbulkan dampak berlapis. “Kita akan mendapatkan dampak sosial, dampak akademik, dan dampak psikologis,” ujarnya.
Karena itu, Fathammubina mengajak seluruh mahasiswa menyatukan persepsi demi mewujudkan pendidikan yang layak. “Dengan adanya perwakilan-perwakilan BEM/DEMA bisa menjadi peran strategis untuk menyuarakan suara kebijakan agar pendidikan ini kembali seperti apa yang kita inginkan,” kata Fathammubina.
Ia juga mengingatkan kembali jati diri mahasiswa sebagai agen perubahan. “Dengan tantangan dan peluang yang ada, marilah kawan-kawan sekalian jangan kita lupa pada salah satu tupoksi kita sebagai mahasiswa yaitu Agent of Change. Marilah kita sama-sama berjuang untuk Indonesia yang berkeadilan.”
Menutup paparannya, Fathammubina berpesan agar mahasiswa tidak sekadar mengejar gelar. “Pendidikan bukanlah tempat kita hanya untuk mencari gelar. Akan tetapi kita sebagai mahasiswa harus bisa memperjuangkan kepentingan-kepentingan daripada masyarakat Indonesia,” pungkasnya.






