Surabaya, suarakyat.id—Pemprov Jatim all out dukung percepatan KEK Tembakau di Pulau Madura. Langkah ini diyakini bakal jadi pendorong utama ekonomi wilayah setempat.
Saat ini, dokumen pengusulan KEK sedang dikaji matang. Mulai dari Surat Bersama Bupati se-Madura hingga naskah akademik. Setelah lengkap, dokumen akan dikirim resmi ke Dewan Nasional KEK pimpinan Menko Airlangga Hartarto.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmennya. “Saya paham kenapa ada keinginan KEK di Madura dan kita siap menjadi pengusul dan akan memperjuangkannya sampai tuntas. Madura memiliki potensi yang sangat besar,” kata Khofifah.
Khofifah menugaskan Wagub Emil Dardak untuk menyiapkan semua syarat teknis dan administratif. Ia ingin proses pengusulan berjalan mulus sesuai aturan.
Bagi Khofifah, KEK Tembakau bukan sekadar soal ekonomi. “Ini juga bagian dari upaya kita memastikan pembangunan berjalan adil dan merata, ‘no one left behind’. Tidak boleh ada wilayah yang tertinggal,” tegasnya. KEK ini juga jadi strategi proteksi dan transformasi agar ekonomi Madura, khususnya tembakau, tumbuh berkelanjutan.
Data BPS mencatat, industri tembakau jadi tulang punggung Jatim. PDRB subsektor ini tembus Rp232,12 triliun di 2025. Produksi tembakau Jatim 2023 capai 109,03 ribu ton, atau 45,65% dari total nasional. Madura sendiri menyumbang 16,37% lewat tembakau Madura.
Ketua Tim Penyusun Naskah Akademik, Subairi Muzakki, menyebut KEK ini amanah warga Madura. “Selama puluhan tahun Madura menjadi salah satu sentra utama produksi tembakau nasional. Namun, nilai tambah industrinya banyak dinikmati di luar Madura. Melalui KEK Tembakau Madura, kita ingin membangun ekosistem industri yang lebih terintegrasi,” ujarnya.
Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, menilai KEK bakal bikin hilirisasi tembakau lebih terarah. “Usulan yang sangat bagus karena dengan adanya KEK, hilirisasi tembakau akan lebih terarah. Tentunya masa depan industri hasil tembakau akan semakin mendapat kepastian,” katanya.
Meski dukung penuh, Adik ingatkan soal biaya logistik Madura yang masih tinggi. Menurutnya, infrastruktur dan efisiensi logistik wajib dibenahi agar KEK Tembakau Madura kompetitif di mata investor.
Saat ini Madura sudah punya kawasan industri tembakau, tapi belum berstatus KEK. Jika naik kelas jadi KEK, seluruh ekosistem industri akan terintegrasi dengan berbagai insentif.






