Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 30 Apr 2026 03:11 WIB ·

Pemerintah Dorong Kesehatan Perempuan Setara Lewat Forum Nasional “No Woman Left Behind


 Pemerintah Dorong Kesehatan Perempuan Setara Lewat Forum Nasional “No Woman Left Behind Perbesar

Jakarta-suarakyat.id—Pemerintah menegaskan komitmen mewujudkan layanan kesehatan yang adil dan bermutu bagi seluruh perempuan. Komitmen itu diwujudkan melalui Forum Nasional Kesehatan Perempuan bertema _“No Woman Left Behind: Akses Setara, Layanan Unggul, Masa Depan Tangguh”_ di Auditorium dr. J. Leimena, Kementerian Kesehatan, Rabu [29/4/2026].

Forum ini menjadi wadah kolaborasi lintas kementerian dan lembaga agar tidak ada perempuan yang terpinggirkan dari akses kesehatan. Perempuan juga didorong menjadi motor utama kesehatan keluarga dan pembangunan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan PR terbesar Indonesia saat ini adalah menambah masa hidup sehat, bukan sekadar usia panjang. “Rata-rata usia hidup sudah 74 tahun, tetapi banyak yang mulai sakit di usia 60-an. Fokus kita adalah memperpanjang masa hidup sehat, bukan sekadar umur panjang,” tegas Budi.

Ia menekankan pentingnya skrining rutin tiga indikator kunci: tekanan darah, gula darah, dan lemak darah. “Kalau tiga indikator ini dijaga sejak dini, risiko penyakit kronis seperti stroke, jantung, dan gagal ginjal bisa ditekan,” ujarnya. Budi menyebut ibu-ibu sebagai “tenaga kesehatan alami di rumah” yang perlu dibekali literasi kesehatan lewat Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). “Deteksi dini ini sangat penting, karena sebagian besar penyakit kronis bisa dicegah jika diketahui lebih awal,” tambahnya.

Menteri PPPA Arifah Fauzi menegaskan kesehatan perempuan adalah hak dasar. “Perempuan bukan sekadar kelompok rentan, tetapi aktor utama pembangunan. Perempuan yang sehat akan melahirkan generasi yang sehat,” kata Arifah.

Wamen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menyoroti kesehatan reproduksi. “Perempuan yang sehat secara fisik dan mental akan melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas,” ujarnya. Ia menyebut layanan KB, termasuk kontrasepsi pascapersalinan, krusial menekan angka kematian ibu dan bayi.

Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Prof. Asnawi Abdullah menambahkan forum ini bersifat partisipatif. “Forum ini menjadi ruang untuk memastikan suara perempuan benar-benar didengar dalam penyusunan kebijakan,” jelasnya.

Lewat semangat _No Woman Left Behind_, pemerintah mengajak semua pihak mengoptimalkan Program CKG agar seluruh perempuan mendapat layanan berkualitas tanpa terkecuali.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI. Informasi lebih lanjut hubungi Halo Kemenkes 1500-567 atau kontak@kemkes.go.id.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kemenkes Luncurkan Konsorsium 1.000 HPK, Target Turunkan Kematian Ibu-Bayi 10 Kali Lipat

30 April 2026 - 03:36 WIB

Pemerintah Kejar Eliminasi TB di Papua, Perkuat Skrining dan Tracing Kontak

30 April 2026 - 03:21 WIB

Trending di Kesehatan