Menu ✖

Mode Gelap

Aspirasi · 16 Sep 2026 19:27 WIB ·

Soroti Kecelakaan Pelayaran Tanjung Perak HMI Badko Jatim Desak Kepala KSOP


 Soroti Kecelakaan Pelayaran Tanjung Perak HMI Badko Jatim Desak Kepala KSOP Perbesar

Suarakyat.id — Serangkaian kecelakaan dan insiden pelayaran yang terjadi di wilayah perairan Jawa Timur dan memiliki keterkaitan dengan aktivitas pelabuhan kembali menjadi perhatian publik.

Hasbullah, Pengurus BADKO HMI Jawa Timur, menilai kejadian KM Virgo Transport 8 pada September 2026 dan KMP Mutiara Sentosa II pada Agustus 2026 harus menjadi momentum evaluasi serius terhadap sistem keselamatan dan pengawasan pelayaran di wilayah Jawa Timur, khususnya yang berkaitan dengan fungsi Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak.

“Peristiwa KM Virgo Transport 8 yang berangkat dari Tanjung Perak dengan rute Surabaya–Banjarmasin dan kemudian mengalami kecelakaan hingga terbalik di perairan Laut Jawa/Masalembo harus menjadi alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan. Sebelumnya, KMP Mutiara Sentosa II juga mengalami kebakaran di perairan Pulau Sapudi. Rangkaian kejadian ini tidak boleh dipandang sebagai peristiwa yang berdiri sendiri tanpa evaluasi menyeluruh,” ujar Hasbullah.

Menurutnya, pemerintah melalui otoritas pelabuhan memiliki tanggung jawab memastikan aspek keselamatan dan keamanan pelayaran berjalan sesuai ketentuan.

“KSOP tidak boleh hanya hadir ketika terjadi kecelakaan. Fungsi pengawasan harus berjalan sejak sebelum kapal berlayar, termasuk memastikan aspek kelaiklautan kapal, dokumen keselamatan, perlengkapan keselamatan, serta kepatuhan terhadap standar operasional pelayaran,” tegasnya.

Hasbullah merujuk pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, yang menempatkan keselamatan dan keamanan pelayaran sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan pelayaran nasional.

Ia juga meminta Kementerian Perhubungan RI melakukan evaluasi terhadap kinerja KSOP Utama Tanjung Perak, terutama apabila dalam proses pemeriksaan nantinya ditemukan adanya kelalaian, pelanggaran prosedur, atau kegagalan dalam menjalankan fungsi pengawasan.

“Kalau memang ditemukan adanya kegagalan dalam menjalankan fungsi pengawasan, tentu harus ada pertanggungjawaban. Jangan sampai masyarakat hanya mendapatkan informasi setelah kecelakaan terjadi, sementara aspek pencegahannya tidak pernah dievaluasi secara terbuka,” kata Hasbullah.

Hasbullah menegaskan, BADKO HMI Jawa Timur akan terus mengawal isu keselamatan pelayaran dan meminta seluruh pihak terkait menjalankan fungsi pengawasan secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab.

“Pelabuhan adalah pintu mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi. Karena itu, keselamatan penumpang, awak kapal, dan seluruh pengguna jasa pelayaran harus menjadi prioritas utama. Jangan menunggu korban berikutnya untuk melakukan evaluasi,” pungkas Hasbullah.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Memulai Babak Baru, DPW Mahasantri Jakarta Bersama DPC se-Jakarta Akan Gelar Pelantikan di Hari Santri Nasional 2026

3 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Sambut hangat Kapolda Baru, Mahasantri Jatim Titip Pesan: Dekat dengan Anak Muda, Pesantren dan Kiai

3 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Ketua Mahasantri Jatim : Jawa Timur Butuh Kapolda yang Dekat dengan Anak Muda, Pesantren dan Ulama

2 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Warga Jayasari Belum Dapat Keadilan, HB Minta Kepemimpinan Kapolri Suyudi Buktikan Polisi Bersama Masyarakat

2 Oktober 2026 - 11:34 WIB

DPP Mahasantri Ajak DPW-DPC Seluruh Indonesia Meriahkan Hari Santri Nasional 2026

1 Oktober 2026 - 03:53 WIB

Vonis Dua Wanita dalam Kasus Penginjakan Al-Qur’an, Tika Kartika: Semoga Jadi Pelajaran dan Jangan Sampai Terulang Kembali

1 Oktober 2026 - 00:18 WIB

Trending di Aspirasi