Menu ✖

Mode Gelap

Aspirasi · 23 Jul 2026 14:25 WIB ·

PW GMPI Jatim Desak Pemkab Pamekasan Segera Tetapkan HET Tembakau 2026


 PW GMPI Jatim Desak Pemkab Pamekasan Segera Tetapkan HET Tembakau 2026 Perbesar

Suarakyat, Pamekasan -Memasuki musim panen, Pimpinan Wilayah Generasi Muda Pembangunan Indonesia (PW GMPI) Jawa Timur mendesak Pemerintah Kabupaten Pamekasa untuk segera menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) tembakau tahun 2026. Hingga saat ini, kepastian harga belum juga ditentukan, sementara harga jual tembakau di tingkat petani masih berkisar pada angka Rp30.000 hingga Rp45.000 per kilogram.

Ketua PW GMPI Jawa Timur, Holik Ferdiansyah, menyatakan bahwa ketidakpastian harga ini sangat merugikan petani yang telah mengeluarkan biaya produksi tinggi sepanjang musim tanam. Padahal, berdasarkan kajian Biaya Pokok Produksi (BPP) tahun sebelumnya, biaya produksi untuk tembakau kategori sawah mencapai Rp47.685 per kg, tembakau tegal Rp53.533 per kg, dan tembakau gunung Rp64.000 per kg .

“Kami meminta agar HET yang ditetapkan tahun ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Petani sudah berjuang di tengah kenaikan harga pupuk yang mencapai 100 persen, seperti pupuk ZA yang kini naik hingga Rp245.000 per sak . Sangat tidak adil jika harga jual hanya di kisaran 30-45 ribu, itu di bawah biaya pokok produksi,” tegas Holik Ferdiansyah, Kamis (23/7/2026).

PW GMPI juga menyoroti keterlambatan Pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam memfasilitasi rapat koordinasi penetapan harga. Meskipun Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) telah menggelar rapat awal bersama asosiasi petani dan perusahaan rokok, namun hingga saat ini belum ada keputusan final yang melibatkan Bupati dan DPRD .

“Kami mengingatkan agar proses penghitungan BPP dan HET melibatkan semua pihak secara transparan. Jangan sampai ada pihak-pihak yang diuntungkan dengan ketidakjelasan harga ini, dan kembali petani menjadi korban”, imbuhnya .

Selain mendesak pemerintah, PW GMPI Jawa Timur secara khusus mengimbau para pengusaha rokok lokal untuk turut serta membeli tembakau dari petani setempat.

“Jika para pengusaha benar-benar memperhatikan nasib petani, mereka seharusnya hadir di tengah-tengah petani dengan harga yang layak, bukan hanya menikmati pasokan bahan baku murah”, tegasnya

“Infonya ada pengusaha tembakau besar di Pamekasan yang memiliki kepedulian sosial tinggi, dengan memberikan banyak bantuan. Kami sangat mengapresiasi hal itu. Namun, kami berharap kepedulian tersebut juga diwujudkan dengan membeli tembakau petani lokal di atas BPP, karena itulah bentuk keadilan yang paling nyata bagi petani,” tambahnya.

PW GMPI akan terus mengawal proses penetapan HET ini dan mendorong agar keputusan segera diambil sebelum musim panen puncak berakhir.

“Semestinya HET sudah keluar jauh hari sebelumnya, biar tidak menimbulkan keresahan di kalangan bawah (petani)”, pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Memulai Babak Baru, DPW Mahasantri Jakarta Bersama DPC se-Jakarta Akan Gelar Pelantikan di Hari Santri Nasional 2026

3 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Sambut hangat Kapolda Baru, Mahasantri Jatim Titip Pesan: Dekat dengan Anak Muda, Pesantren dan Kiai

3 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Ketua Mahasantri Jatim : Jawa Timur Butuh Kapolda yang Dekat dengan Anak Muda, Pesantren dan Ulama

2 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Warga Jayasari Belum Dapat Keadilan, HB Minta Kepemimpinan Kapolri Suyudi Buktikan Polisi Bersama Masyarakat

2 Oktober 2026 - 11:34 WIB

DPP Mahasantri Ajak DPW-DPC Seluruh Indonesia Meriahkan Hari Santri Nasional 2026

1 Oktober 2026 - 03:53 WIB

Vonis Dua Wanita dalam Kasus Penginjakan Al-Qur’an, Tika Kartika: Semoga Jadi Pelajaran dan Jangan Sampai Terulang Kembali

1 Oktober 2026 - 00:18 WIB

Trending di Aspirasi