Suarakyat, Tangsel – Persatuan Mahasiswa Muara Enim SS-Jakarta (Permess Jakarta) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor PT Bara Anugerah Sejahtera (BAS), Jakarta, Selasa (13/10/2026). Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum Permess Jakarta, Marsel Kusnan, untuk menyoroti dugaan pencemaran lingkungan di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Dalam aksinya, Permess Jakarta menyoroti dugaan pembuangan limbah industri ke aliran Sungai Enim oleh sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut. Mahasiswa mendesak agar persoalan tersebut mendapat perhatian serius dan ditindaklanjuti oleh pihak terkait.
Ketua Umum Permess Jakarta, Marsel Kusnan, menegaskan bahwa Sungai Enim merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat setempat. Karena itu, dugaan pencemaran sungai tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele.
“Kami datang hari ini bukan tanpa alasan. Kami menerima banyak laporan dari masyarakat Muara Enim terkait dugaan pencemaran Sungai Enim. Kami meminta pihak perusahaan, khususnya PT BAS sebagai salah satu perusahaan besar yang beroperasi di Muara Enim, untuk tidak tutup mata dan segera menindaklanjuti persoalan ini,” tegas Marsel.
Menurutnya, dugaan pencemaran lingkungan harus ditangani secara serius karena berpotensi mengancam kesehatan masyarakat, merusak ekosistem sungai, serta mengganggu mata pencaharian warga yang bergantung pada aliran Sungai Enim.
Permess Jakarta memberikan ultimatum selama 5×24 jam kepada pihak perusahaan untuk menyampaikan klarifikasi dan menunjukkan langkah konkret terkait persoalan yang disoroti tersebut.
Marsel menegaskan, pihaknya tidak akan berhenti mengawal persoalan ini apabila tidak ada tindak lanjut dari pihak perusahaan. Permess Jakarta juga menyatakan siap membawa persoalan tersebut ke tingkat pemerintah pusat.
“Jika dalam waktu 5×24 jam tidak ada tindak lanjut, kami akan menggelar aksi besar-besaran di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI di Jakarta. Kami akan membawa bukti serta laporan masyarakat agar persoalan ini mendapat perhatian serius,” ujarnya.
Permess Jakarta berharap pihak perusahaan dan instansi terkait segera merespons aspirasi mahasiswa serta melakukan penelusuran terhadap dugaan pencemaran tersebut. Mereka juga mendesak agar pengawasan lingkungan di wilayah Muara Enim dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Aksi demonstrasi berlangsung damai dan tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Permess Jakarta menegaskan akan terus mengawal persoalan lingkungan di Muara Enim hingga terdapat kejelasan dan tindak lanjut dari pihak-pihak terkait.






