Jawa Timur, surakyat.id—Ketua DPW Mahasantri Jawa Timur, Anis Anwari, menyoroti hubungan dan kedekatan Kapolda Jawa Timur saat ini dengan kalangan anak muda, pesantren, dan para kiai.
Anis berpandangan bahwa Kapolda Jawa Timur saat ini belum menunjukkan kedekatan yang cukup dengan anak muda, lingkungan pesantren, dan para kiai di Jawa Timur. Menurutnya, hal tersebut menjadi catatan penting karena karakter masyarakat Jawa Timur sangat erat dengan kehidupan pesantren dan kultur keulamaan.
“Kami melihat Kapolda Jawa Timur saat ini belum cukup dekat dengan anak muda, pesantren, dan para kiai. Ini menjadi catatan bagi kami sebagai bagian dari kalangan muda di Jawa Timur. Kami berharap ke depan ada sosok Kapolda yang benar-benar hadir, membangun komunikasi, dan dekat dengan mereka,” ujar Anis Anwari.
Menurut Anis, kedekatan dengan pesantren dan kiai bukan sekadar persoalan seremoni atau kunjungan formal. Lebih dari itu, diperlukan komunikasi yang berkelanjutan, ruang dialog, serta keterlibatan langsung dalam memahami persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya generasi muda dan kalangan pesantren.
“Jawa Timur ini berbeda dengan daerah lain. Pesantren dan kiai memiliki posisi yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Anak muda juga merupakan kekuatan besar Jawa Timur. Karena itu, kami membutuhkan Kapolda yang tidak berjarak dengan mereka,” tegasnya.
Ia menambahkan, kepolisian seharusnya mampu menjadikan anak muda, pesantren, dan kiai sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan serta membangun kehidupan sosial yang kondusif.
“Kami ingin Kapolda yang bisa duduk bersama anak muda, berdialog dengan mahasiswa dan santri, datang ke pesantren bukan hanya untuk agenda formal, serta membangun komunikasi yang kuat dengan para kiai. Bagi kami, kedekatan dengan masyarakat adalah bagian penting dari kepemimpinan kepolisian di Jawa Timur,” lanjut Anis.
Atas dasar pandangan tersebut, DPW Mahasantri Jawa Timur mendorong agar ke depan kepemimpinan Polda Jawa Timur diisi oleh sosok yang memiliki kemampuan membangun kedekatan dengan anak muda, pesantren, dan para kiai, sekaligus mampu membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan berbagai elemen masyarakat.
“Kami tidak ingin ada jarak antara kepolisian dengan masyarakat. Jawa Timur membutuhkan Kapolda yang hadir di tengah masyarakat, dekat dengan anak muda, dekat dengan pesantren, dan dekat dengan para kiai. Itu harapan kami,” pungkas Anis Anwari.






